Rabab Seni “Bakaba” Masyarakat Pesisir

Rabab Seni “Bakaba” Masyarakat Pesisir

Alat musik rabat (Foto/Ist)

Rabab merupakan alat musik yang sangat dikenal di wilayah pasisia (pesisir) Minangkabau, Sumatera Barat. Alat musik ini adalah jenis alat musik gesek. Ia hampir mirip dengan biola, tapi tidak serupa. Dari beberapa instrumen rabab yang ada di Minangkabau bahkan memiliki struktur orgonologi yang berbeda.

Lampiran Gambar

Alat musik rabat (Foto/Ist)

PERNAHKAH anda mendengar orang bakaba (seni bercerita) diiringan alat musik gesek dengan nada dan irama yang khas?

Alat musik yang digunakan dalam bakaba ini disebut dengan Rabab.

Rabab merupakan alat musik yang sangat dikenal di wilayah pasisia (pesisir) Minangkabau, Sumatera Barat. Alat musik ini adalah jenis alat musik gesek. Ia hampir mirip dengan biola, tapi tidak serupa. Dari beberapa instrumen rabab yang ada di Minangkabau bahkan memiliki struktur orgonologi yang berbeda.

Di Minangkabau, rabab ini dikenal bermacam, ada Rabab Darek dan Rabab Pasisia. Rabab pada kedua daerah ini memiliki ciri khas yang berbeda. Rabab Darek diyakini dibawa oleh para seniman dari pasisia. 

Darek adalah kata untuk menyebut daerah luhak, yaitu Tanah Datar, Agam, dan Limapuluh Kota. Sementara Pasisia adalah untuk menyebut daerah Pantai Barat Minangkabau, terutama daerah Pesisir Selatan dan Pariaman.

Dari dua daerah tersebut, Rabab sangat membumi di Wilayah Pasisia, yaitu Pesisir Selatan dan Pariaman.

Masyarakat Pesisir Selatan meyakini kehadiran tradisi musik rabab Pasisia berhubungan dengan eksistensi seni tutur kaba, yang dikenal dengan Basikambang. Seni ini diyakini telah lama mentradisi dalam kehidupan masyarakat Pesisir Selatan.

Struktur orgonologi rabab Piaman (Pariaman) memiliki tiga buah tali. Badan resonator suaranya terbuat dari batok kelapa. Bentuk badan rabab Pariaman yang terbuat dari tempurung kelapa ini diduga mirip kamanchay dari Persia.

Kultur Pariaman, termasuk dalam hal seni musik, tidak dapat dilepaskan dari hisitorinya sebagai kota dagang di wilayah pesisir. Banyak bersentuhan dengan budaya luar. Kulturnya sangat dipengaruhi perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha dan Islam. Dalam hal kesenian wilayah pesisir memang lebih beragam dibandingkan daerah darek.

Lain halnya dengan Rabab Pariaman, instrumen musik rabab Pasisia (Pesisir Selatan) mempunyai empat buah tali. Sama dengan jumlah tali biola, tetapi tali nomor empat hanya berfungsi sympathetic string. Struktur organologinya mirip sekali dengan keman dari Turki, atau rabab dari Maroko, atau biola Barat.

Kehadiran tradisi musik rabab di wilayah pesisir Minangkabau diyakini memiliki hubungan dengan sejarah perkembangan agama Islam.

Masyarakat Pesisir Selatan meyakini kehadiran tradisi musik rabab Pasisia berhubungan dengan eksistensi seni tutur kaba, yang dikenal dengan Basikambang. Seni ini diyakini telah lama mentradisi dalam kehidupan masyarakat Pesisir Selatan.

Lampiran Gambar

Seniman rabab sedang bakaba menggunakan rabab (Foto/Youtube.com)

Pesisir Selatan adalah salah satu daerah yang banyak melahirkan seniman-seniman Rabab yang membawakan kaba. Salah satunya adalah Seniman Rabab Pirin Asmara. Ia sangat dikenal di kalangan masyarakat Pesisir Selatan tempo dulu. Kaba tentang Sutan Palembang adalah salah satu  yang seriang ia bawakan. Jauh sebelum itu, sangat terkenal kaba Nan Gombang. Kaba ini menceritakan ketokohan Sutan Pangaduan dan Saudaranya Sutan Lembak Tuah. Kebanyakan kaba dalam seni Rabab memang mengangkat sisi kehidupan seorang tokoh.

Kehadiran tradisi musik rabab di wilayah pesisir Minangkabau diyakini memiliki hubungan dengan sejarah perkembangan agama Islam.

Hal yang sama juga melatarbelakangi tradisi musik serupa dengan rabab di beberapa wilayah pesisir di Nusantara. Sebut saja rabba atau atau dodo rabba di Sulawesi Tenggara, gesok-gesok di Sulawesi Selatan, arababu di Minahasa, Sulawesi Utara, dan Maluku, heo di Nusa Tenggara Timur, murbab di Karo, dan hereubab di Aceh.

Menurut AG Pringgodigdo, setiap jenis tradisi musik rabab yang hidup pada berbagai etnik tersebut memiliki ciri khasnya masing- masing, sesuai dengan latar belakang kehadiran, konsep organologi, konsep musikal, konsep ensambel dan materi musikal, serta konsep penyajiannya.

Tag:

Baca Juga

Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Rencana Pemotongan Batal, Sumbar Terima Alokasi TKD 2026 Setara Tahun Lalu Rp2,63 T
Rencana Pemotongan Batal, Sumbar Terima Alokasi TKD 2026 Setara Tahun Lalu Rp2,63 T
'Sinkhole' di Limapuluh Kota Terus Dikaji, Vasko Ingatkan Bukan Mistis dan Airnya Bukan Obat
'Sinkhole' di Limapuluh Kota Terus Dikaji, Vasko Ingatkan Bukan Mistis dan Airnya Bukan Obat
Mutasi di Pemprov Sumbar, Al Amin Kepala Bapenda dan Zefnihan Kepala Bappeda
Mutasi di Pemprov Sumbar, Al Amin Kepala Bapenda dan Zefnihan Kepala Bappeda
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Ada 28 Jenazah Korban Bencana di Sumbar Belum Teridentifikasi
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Ada 28 Jenazah Korban Bencana di Sumbar Belum Teridentifikasi
2,5 Ton Rendang untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut - Sumbar Resmi Dikirim dari Ranah Minang
2,5 Ton Rendang untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut - Sumbar Resmi Dikirim dari Ranah Minang