Padang, Padangkita.com - Jumlah pasien positif Covid-19 di Sumatra Barat hari ini, Minggu (12/4/2020) meningkat tajam.
Hari ini berdasarkan data yang dirilis oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, jumlah pasien yang positif Covid-19 bertambah 12 orang. Total pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga saat ini berjumlah 44 orang.
Dari 44 orang yang dinyatakan positif Covid-19, 7 diantaranya sudah sembuh dan 3 orang meninggal dunia.
Peningkatan jumlah pasien yang positif Covid-19 hari ini merupakan jumlah tertinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno mengatakan puncak penyebaran Covid-19 diperkirakan akan terjadi pada bulan Mei dan Juni mendatang. Kemudian diprediksi menurun pada bulan Agustus.
"Hal ini disebabkan perantau yang pulang mudik ke kampung halaman mereka masing-masing," katanya, Kamis (9/42020) silam.
Baca juga: Wagub Sumbar: Banyak yang Bandel, Pemudik Diminta Patuhi Imbauan Pemerintah
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut Irwan meminta seluruh pihak untuk semakin meningkatkan kewaspadaan. Khususnya dalam hal pengawasan terhadap para pendatang yang masuk ke Sumbar.
Peran aktif dari semua pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota, petugas kesehatan, BPBD, Satpol PP setempat, termasuk masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Barat menyayangkan sikap sebagian perantau yang mudik yang tidak mau mematuhi imbauan pemerintah terkait isolasi mandiri di rumah masing-masing selam 14 hari.
Padahal menurutnya langkah ini harus dilakukan oleh para perantau yang mudik untuk memastikan dirinya sehat dan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona di kampung halaman mereka masing-masing.
Menurutnya masih ada laporan dan temuan perantau yang mudik di kampung halamannya yang masih berkunjung ke rumah kerabat, pergi ke pasar atau ke warung untuk bertemu dengan tetangga di kampung.
“Saya minta kepada pendatang atau perantau yang mudik diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing. Jangan bandel,” ujar Nasrul Abit melalui video conference bersama wartawan, Jumat (3/4/2020).
Jika ada pendatang atau pemudik yang membandel silahkan laporkan ke petugas RT/RW atau petugas kesehatan setempat. Kalau masih juga membandel silakan lapor polisi. [*/abe]