3 Pangeran Arab Saudi Ditangkap dan Terancam Hukuman Mati Atas Tuduhan Kudeta, Termasuk Adik Raja Salman

Berita terbaru: Raja Salman Copot Gelar Pangeran

Raja Salman (foto ketiga dari kiri) mengambil gelar Mohammed bin Nayef dan menempatkan putranya - Pangeran Mohammed bin Salman (foto kedua dari kiri) - dibarisan utama penerima tahta. (Foto: dailymail.co.uk)

Riyadh, Padangkita.com - Adik laki-laki dan keponakan Raja Arab Saudi ditangkap atas tuduhan pengkhianatan dan perencanaan makar, mereka diduga akan menggulingkan pemerintahan raja Salman dan anaknya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dikutip dari dailynews.co.uk, adik raja, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al Saud dan keponakannya Pangeran Mohammed bin Nayef telah ditangkap di rumah mereka oleh pasukan berseragam hitam pada Jumat (6/2/2020), malam.

Dilansir dari New York Times, selain kedua pangeran tersebut, adik lelaki Pangeran Nayef, Pangeran Nawaf bin Nayef, juga telah ditahan.

Pangeran Nayef dulunya seorang tokoh yang kuat sebagai kepala upaya kontra-terorisme Saudi dan telah menjadi putra mahkota sampai 2017.

Penangkapan yang terjadi di tengah kecemasan akan wabah corona ini menyingkirkan potensi opisisi terhadap Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pengadilan kerajaan Saudi telah menangkap kedua orang yang pernah menjadi calon penentang takhta itu atas tuduhan perencanaan kudeta untuk menggulingkan raja dan putra mahkota.

Atas tuduhan ini pangeran tersebut dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Baca juga: 21 ABK dan Penumpang Kapal Princess Cruise Positif Virus Corona

Atas penangkapan ini, Raja Salman kemudian mencopot gelar kehormatan untuk ketiga Pangeran tersebut, dan menempatkan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman, di baris pertama penerima tahta.

Penahanan ini menandai tindakan keras terakhir oleh Pangeran Mohammed, sebelumnya ia telah menajamkan taringnya dalam kekuasaan dengan memenjarakan ulama dan aktivis terkemuka serta beberapa pangeran dan elit bisnis.

Pangeran Mohammed juga menghadapi banyak kecaman internasional atas pembunuhan kritikus Jamal Khashoggi di dalam konsulat Istanbul di kerajaan itu pada Oktober 2018.

Pangeran Mohammed telah menyingkirkan Pangeran Nayef, mantan pangeran mahkota dan menteri dalam negeri, pada 2017 untuk menjadi pewaris takhta paling kuat di dunia Arab.

Pada saat itu, saluran televisi Saudi menunjukkan Pangeran Mohammed mencium tangan pangeran yang lebih tua dan berlutut di hadapannya untuk menunjukkan rasa hormat. (*/try).


Baca berita terbaru hanya Padangkita.com

Baca Juga

Georgia Tawarkan Kemudahan Bisnis, DPD RI Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Georgia Tawarkan Kemudahan Bisnis, DPD RI Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Kemitraan Strategis Indonesia - Prancis untuk Stabilitas Indo-Pasifik
Kemitraan Strategis Indonesia - Prancis untuk Stabilitas Indo-Pasifik
Dorong Mahasiswa UNP Berwirausaha, Fadly Amran Ungkap Tantangan Kewirausahaan Nasional
Dorong Mahasiswa UNP Berwirausaha, Fadly Amran Ungkap Tantangan Kewirausahaan Nasional
Chili Jadi Teman Strategis Indonesia, Gilang Dhielafararez: Bawa Dampak Baik untuk Dunia
Chili Jadi Teman Strategis Indonesia, Gilang Dhielafararez: Bawa Dampak Baik untuk Dunia
Padang Jalin Kerja Sama dengan Arab Saudi, Buka Peluang Beasiswa
Padang Jalin Kerja Sama dengan Arab Saudi, Buka Peluang Beasiswa
DPR Siap Gelar IAPF, Puan Yakin Forum Parlemen Jadi Nilai Tambah Hubungan RI-Afrika
DPR Siap Gelar IAPF, Puan Yakin Forum Parlemen Jadi Nilai Tambah Hubungan RI-Afrika