Indonesia Masih Kebal Virus Corona, Ini Pendapat Para Pakar

Tiga Gejala Virus Corona

Ilustrasi (Foto: Intego)

Jakarta, Padangkita.com - Virus Corona (Covid-19) hingga Sabtu, (29/2/2020) telah menelan nyawa sebanyak 2.924 jiwa. Virus ini telah merebak ke 54 negara di dunia yang tersebar mulai dari Eropa, Asia Timur, Timur Tengah, dan lainnya.

Beruntungnya, Indonesia hingga kini masih bebas dari infeksi virus yang mengancam kehidupan dunia dari segala aspek ini.

Menyangkut hal ini, dikutip dari Tempo, Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin Profesor Nidom Foundation (PNF), Chaerul Anwar Nidom memiliki beberapa hipotesis mengenai masyarakat Indonesia yang kebal dari virus tersebut.

Pertama, karena faktor genetik yang berkaitan dengan reseptor. Ia menyebut masyarakat Indonesia sebagai reseptor atau tempat menempelnya virus tidak sesuai dengan virus tersebut.

"Jadi, tempat penempelan virus atau kuman yang tidak sesuai dengan virus Zika, MERS atau COVID-19 tapi dengan virus flu atau Flu Burung sesuai," katanya menjelaskan.

Dan hipotesis kedua adalah dari segi nutrigenomik, yaitu makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat Indonesia bisa mengurangi akibat infeksi virus.

"Jadi, seperti empon-empon atau curcumin yang menjadi konsumsi masyarakat, sehingga secara tidak langsung mencegah akibat infeksi virus corona," tutur Nidom.

Sementara, Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (PP IAKMI) yang sekaligus epidemiolog dari Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, belum ada penelitian dan data akurat tentang fenomena ini sehingga ia belum dapat memastikan apa sebab Indonesia masih kebal virus corona.

“Sampai sekarang, belum ada yang bisa membuktikan mengapa belum ada kasus COVID-19 di Indonesia. Kalaupun itu genetik karena ada keturunan Afrika, semuanya tetap harus dibuktikan dari penelitian,” katanya.

Meskipun demikian Syahrizal tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah lantaran faktor gen yang dianggap kuat menjaga tubuh dari COVID-19. Sebaliknya, dalam melawan virus corona, ia meminta agar masyarakat senantiasa melakukan gaya hidup sehat.

"Saya tidak bisa bilang itu hoaks. Tapi, yang terpenting kita jangan jadi merasa kuat dan tidak melakukan antisipasi,” ungkapnya. “Entah genetik apapun kalau kita hidup sehat, imunitas tubuh tinggi dan virus bisa diatasi."

Selain virus corona, masyarakat Indonesia juga bebas serangan virus serupa seperti virus Zika dan MERS. Indonesia juga memiliki kasus yang relatif rendah untuk virus flu babi atau SARS dan sebagainya

Namun, Indonesia pernah mengalami kondisi serius akibat flu burung, Indonesia menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi kala itu, disusul Mesir. (*/try).


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Baca Juga

Sultan Najamudin Tegaskan DPD Harus Jadi Lembaga Terkuat Penjaga Aspirasi Daerah
Sultan Najamudin Tegaskan DPD Harus Jadi Lembaga Terkuat Penjaga Aspirasi Daerah
DPD RI Bahas Tantangan Implementasi MBG: dari Tata Kelola hingga Penguatan Peran Daerah
DPD RI Bahas Tantangan Implementasi MBG: dari Tata Kelola hingga Penguatan Peran Daerah
DPD RI Soroti Pemotongan Dana Transfer dan Dampaknya Bagi Otonomi Daerah
DPD RI Soroti Pemotongan Dana Transfer dan Dampaknya Bagi Otonomi Daerah
Senator Nawardi Ingatkan BPI Danantara Berhati-hati Kelola Dana Publik dalam Investasi Swasta
Senator Nawardi Ingatkan BPI Danantara Berhati-hati Kelola Dana Publik dalam Investasi Swasta
Ketua DPD RI Ajak Dunia Perkuat Peranan Masyarakat Adat dalam Mitigasi Iklim
Ketua DPD RI Ajak Dunia Perkuat Peranan Masyarakat Adat dalam Mitigasi Iklim
Gagasan 'Green Democracy' Ketua DPD RI Jadi Perhatian Delegasi Negara Asing di COP30 Brasil
Gagasan 'Green Democracy' Ketua DPD RI Jadi Perhatian Delegasi Negara Asing di COP30 Brasil