Vaksin Remdesivir Diharapkan Jadi Angin Segar bagi Dunia Atasi Corona

Tokoh Dunia

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Padangkita.com - Para peneliti dari National Institutes of Health (NIH) di Rocky Mountain Laboratories NIAID di Hamilton, Montana, dikabarkan telah menemukan vaksin untuk mengatasi virus corona (COVID-19), bernama Remdesivir.

Dikutip dari cnnindonesia.com, Vaksin Remdesivir merupakan antivirus yang dikembangkan perusahaan bioteknologi yang berbasis di Amerika Serikat, Gilead Sciences.

Vaksin dengan kode pengembangan GS-5734 ini masuk kelas analog nukleotida. Antivirus ini disintesis dalam beberapa turunan ribosa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang melakukan pengujian awal pengobatan potensial untuk virus corona (Covid-19) menggunakan vaksin tersebut. Uji klinis permulaan ini ditargetkan rampung tiga pekan mendatang.

Dikutip dari CNBC, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan beberapa pasien terinfeksi virus corona menjadi bagian dalam uji klinis Remdesivir.

Awalnya vaksin ini digunakan untuk melawan infeksi pada wabah ebola di Afrika. Kini, vaksin ini juga telah digunakan disejumlah rumah sakit di China.

Jika hasil pengujian awal ini berhasil, uji klinis bakal dilanjutkan ke tahap berikutnya. Jika terus menunjukkan hasil yang positif, bukan tak mungkin vaksin Remdesivir dapat digunakan untuk antivirus corona.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), vaksin Remdesivir berhasil mencegah penyakit pada kera rhesus yang terinfeksi virus corona sindrom Timur tengah atau MERS-CoV.

Vaksin Remdesivir disebut bekerja dengan dua cara, yakni dapat mencegah penyakit ketika diberikan sebelum infeksi dan memperbaiki kondisi kera ketika diberikan setelah terinfeksi.

Dalam berbagai percobaan di laboratorium, Remdesivir berhasil melindungi hewan terhadap berbagai virus. Obat ini juga secara eksperimental efektif mengobati monyet yang terinfeksi virus Ebola dan Nipah.

"Para ilmuwan menunjukkan bahwa hasil penelitian yang menjanjikan, mendukung uji klinis tambahan Remdesivir untuk MERS-CoV dan COVID-19," pernyataan resmi dari NIAID dalam keterangan pers yang dipublikasikan di Science Daily.

Selain vaksin Remdesivir, WHO juga menguji kombinasi obat HIV Lopinavir dan Ritonavir. Tak diketahui secara pasti berapa waktu pengujian total yang dibutuhkan untuk mendapatkan vaksin corona. (*/PKT-29).


Baca berita terbaru hanya diĀ Padangkita.com

Baca Juga

Sultan Najamudin Tegaskan DPD Harus Jadi Lembaga Terkuat Penjaga Aspirasi Daerah
Sultan Najamudin Tegaskan DPD Harus Jadi Lembaga Terkuat Penjaga Aspirasi Daerah
DPD RI Bahas Tantangan Implementasi MBG: dari Tata Kelola hingga Penguatan Peran Daerah
DPD RI Bahas Tantangan Implementasi MBG: dari Tata Kelola hingga Penguatan Peran Daerah
DPD RI Soroti Pemotongan Dana Transfer dan Dampaknya Bagi Otonomi Daerah
DPD RI Soroti Pemotongan Dana Transfer dan Dampaknya Bagi Otonomi Daerah
Senator Nawardi Ingatkan BPI Danantara Berhati-hati Kelola Dana Publik dalam Investasi Swasta
Senator Nawardi Ingatkan BPI Danantara Berhati-hati Kelola Dana Publik dalam Investasi Swasta
Ketua DPD RI Ajak Dunia Perkuat Peranan Masyarakat Adat dalam Mitigasi Iklim
Ketua DPD RI Ajak Dunia Perkuat Peranan Masyarakat Adat dalam Mitigasi Iklim
Gagasan 'Green Democracy' Ketua DPD RI Jadi Perhatian Delegasi Negara Asing di COP30 Brasil
Gagasan 'Green Democracy' Ketua DPD RI Jadi Perhatian Delegasi Negara Asing di COP30 Brasil