Inbound Strategy untuk Indonesia Menuju rangking ke-38 Travel Tourism Competitiveness Index

Pariwisata Indonesia: Travel Tourism Competitiveness Index, Menparekraf, Wishnutama

Menteri Parekraf memberikan keterangan pada pers usai Ratas di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (17/2). (Foto: Humas/Rahmat). Sumber: https://setkab.go.id/menparekraf-terapkan-inbound-strategy-bawa-orang-luar-masuk-ke-indonesia-bukan-sebaliknya/

Jakarta, Padangkita.com - Indonesia berada pada posisi ke-40 dalam Travel dan Tourism Competitiveness Index di tahun 2019. Peringkat ini terus mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir.

Hal ini disampaikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam Rapat Terbatas (ratas) tentang Peningkatan Peringkat Pariwisata Indonesia, Senin (17/2), di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta.

Meski terus mengalami peningkatan, nyatanya peringkat Indonesia masih berada di bawah negara-negara tetangga. Dilansir dari Setkab.co.id Jokowi menyebutkan bahwa saat ini Singapura berada di peringkat 17, Malaysia 29, dan Thailand 31.

Baca juga: Peringkat Daya Saing Pariwisata Indonesia Naik

Dalam acara yang sama Menparekraf, Wishnutama menjelaskan keinginan Kemenparekraf RI untuk terus meningkatkan posisi Indonesia dalam Travel dan Tourism Competitiveness Index, mengingat posisi Indonesia yang masih berada di bawah negara tetangga.

“Kita berniat untuk meningkatkan rangking kita menjadi posisi ke-38, antara 36-38 di tahun 2021 dan itu dilakukan setiap 2 tahun sekali. Sebagai gambaran Thailand sekarang posisi 31, Vietnam 63, dan Malaysia 29,’ Ujarnya.

Baca juga: Satu-satunya dari Indonesia, Direktur TDC Unand, Sari Lenggogeni Terpilih Jadi Kontributor Crescent Rating

Dalam upaya peningkatan peringkat tersebut, Wishnutama menyampaikan beberapa hal strategis yang akan diterapkan dalam Grand Strategy pariwisata Indonesia yakni memakai inbound strategy.

“Kenapa inbound strategy, karena untuk mendatangkan, ujungnya untuk mendatangkan devisa kepada Indonesia itu sendiri. Sehingga mindset daripada maskapai dan lain sebagainya akan diarahkan untuk membawa orang luar yang ingin masuk ke Indonesia, bukan orang Indonesia pengen keluar ke mana,” kata Menparekraf.

Mengenai konektivitas dan seat capacity, menurut Wishnutama, Indonesia juga telah memutuskan untuk meningkatkan jumlah seat capacity menuju Indonesia.

Wishnutama memberikan bagaimana seat capacity di Negara tetangga, seperti Thailand yang memiliki seat capacity sebanyak 57 juta, Singapura ada 35 juta, Malaysia ada 44,8 juta, sedangkan Indonesia hanya Indonesia 25 juta.

“Dan sebagai catatan penting, 25 juta seat ini ternyata loud factor-nya 76%. Dan 76% ini loud factor sudah termasuk paling tinggi dibandingkan negara-negara lain di tetangga kita, di sekitar kita,” katanya.

Jadi, kalau 25 juta, lanjut Menparekraf, 76% loud factor-nya tinggal 19 juta, dan tambahannya lagi 5,5 juta dipakai oleh orang Indonesia, sehingga sisa seat-nya adalah 13,6 juta.

“Nah, artinya ini bagaimana kita bisa meningkatkan apa namanya jumlah konektivitas dan seat capacity. Begitu juga kita juga harus mencari potensi-potensi dari negara-negara atau kota-kota yang menjadi target market kita,” ujar Menparekraf seraya menambahkan untuk mencari kota-kota lain yang menjadi target market atau menambah frekuensi penerbangan.

Peningkatan kualitas pariwisata juga menjadi hal utama yang harus dilaksanakan guna meraih peringkat lebih baik pada Travel Tourism Competitiveness Index.

“Jadi memang strategi meningkatkan kualitas tourism ini adalah satu hal yang penting untuk pariwisata kita ke depan,” tambahnya. (*/pk-29)


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Baca Juga

Sea Walker Mandeh, Nikmati Wahana Berjalan di Bawah Laut Pertama di Sumatera Barat
Sea Walker Mandeh, Nikmati Wahana Berjalan di Bawah Laut Pertama di Sumatera Barat
Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 Resmi Masuk KEN, Diselenggarakan 16 hingga 28 Juni
Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 Resmi Masuk KEN, Diselenggarakan 16 hingga 28 Juni
Ini Sejumlah Fasilitas Pariwisata Kota Pariaman yang Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi
Ini Sejumlah Fasilitas Pariwisata Kota Pariaman yang Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi
Sultan Najamudin Tegaskan DPD Harus Jadi Lembaga Terkuat Penjaga Aspirasi Daerah
Sultan Najamudin Tegaskan DPD Harus Jadi Lembaga Terkuat Penjaga Aspirasi Daerah
DPD RI Bahas Tantangan Implementasi MBG: dari Tata Kelola hingga Penguatan Peran Daerah
DPD RI Bahas Tantangan Implementasi MBG: dari Tata Kelola hingga Penguatan Peran Daerah
DPD RI Soroti Pemotongan Dana Transfer dan Dampaknya Bagi Otonomi Daerah
DPD RI Soroti Pemotongan Dana Transfer dan Dampaknya Bagi Otonomi Daerah