Dinamika Porprov XVI Sumbar 2026: 11 Daerah Siap Kolaborasi, Kota Padang Pilih Undur Diri

Dinamika Porprov XVI Sumbar 2026: 11 Daerah Siap Kolaborasi, Kota Padang Pilih Undur Diri

Peserta Rakor Persiapan Porprov XVI KONI Provinsi Sumatera Barat bersama KONI kabupaten/kota se-Sumbar, foto bersama, di Ruang Singgalang 4–5 Lantai 4 UNP Hotel & Convention Center, Padang.

Padang, Padangkita.com - Ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2026 dipastikan akan menjadi momentum kebangkitan dunia olahraga di Ranah Minang setelah delapan tahun vakum.

Menyongsong perhelatan yang dijadwalkan bergulir mulai 2 Oktober 2026 tersebut, sebanyak 11 kabupaten dan kota secara resmi telah menyatakan kesiapan mereka untuk berkolaborasi menjadi tuan rumah bersama. Di tengah semangat kolaborasi ini, dinamika menarik terjadi saat Kota Padang memutuskan untuk menarik diri dari skema tuan rumah bersama.

Komitmen kesiapan belasan daerah ini ditegaskan secara langsung dalam forum Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Porprov XVI. Agenda krusial ini diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat dengan melibatkan seluruh jajaran KONI tingkat kabupaten dan kota, bertempat di UNP Hotel and Convention Center, Padang, pada Selasa (24/2/2026).

Pertemuan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, didampingi oleh jajaran petinggi olahraga daerah, termasuk Ketua Steering Committee (SC) Syahrial Bakhtiar, Fazril Ale, Ketua Organizing Committee (OC) Septri, serta Wakil Ketua Umum Bidang Digitalisasi KONI Sumatera Barat, Dola Indra.

Dalam forum tersebut, seluruh delegasi yang hadir menyepakati satu suara bahwa Porprov XVI akan dieksekusi pada bulan Oktober 2026, selaras dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat dan hasil Rapat Terbatas para kepala daerah sebelumnya.

Tidak hanya menetapkan jadwal, rapat ini juga membuahkan kesepakatan terkait dukungan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun non-APBD, serta penerapan sistem Satu Data Atlet berbasis aplikasi resmi guna memastikan transparansi peserta.

Adapun 11 daerah yang telah memantapkan diri untuk berbagi panggung sebagai tuan rumah meliputi Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Sawahlunto, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Tanah Datar.

Sorotan utama dalam rapat ini tertuju pada Kabupaten Kepulauan Mentawai yang menunjukkan antusiasme paling tinggi untuk menyambut para pahlawan olahraga daerah.

"Sampai detik ini, Bapak Bupati Kepulauan Mentawai menyatakan belum mundur selangkah pun sebagai tuan rumah bersama Porprov XVI mendatang," tegas Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ali Nurdin.

Ali turut memastikan bahwa inisiatif ini mendapat sokongan penuh dari kepala daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, yang dibuktikan dengan rencana alokasi dana sekitar Rp7,9 miliar pada APBD Perubahan 2026.

"Kami siap menanggung biaya transportasi atlet dan anggota kontingen rute Padang-Mentawai. Sementara untuk transportasi lokal tidak termasuk, mengingat keterbatasan sarana transportasi di daerah kami," tambah Ali menjelaskan rincian komitmen mereka.

Di sisi lain, sebuah manuver berbeda diambil oleh KONI Kota Padang. Sempat digadang-gadang akan menjadi tuan rumah untuk sejumlah cabang olahraga, mereka akhirnya memilih untuk undur diri dari skema pembagian lokasi ini.

Sekretaris Umum KONI Padang, Tri Putra Junaidi Nasution, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut merupakan cerminan dari sikap tegas pimpinan daerah yang menargetkan peran jauh lebih komprehensif di masa depan.

"Pak Wali Kota Padang tidak mau setengah-setengah. Beliau maunya menjadi tuan rumah penuh. Tapi bukan untuk edisi sekarang. Kalau dipercaya, Kota Padang sangat siap untuk menjadi tuan rumah tunggal pada ajang Porprov XVII tahun 2028 mendatang," ujar pria yang akrab disapa Juned tersebut.

Kendati absen sebagai penyelenggara, ia menegaskan bahwa kontingen Kota Padang tetap akan memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya Porprov XVI dan siap bertarung habis-habisan di arena untuk mempertahankan status sebagai juara umum.

Sementara itu, daerah-daerah lain turut memaparkan progres dan proyeksi kesiapan teknis mereka. Kota Sawahlunto mengajukan diri untuk menggelar 10 cabang olahraga, meski masih mengkaji solusi untuk fasilitas penginapan perangkat pertandingan yang berpotensi berbenturan dengan jadwal operasional sekolah.

Kabupaten Pesisir Selatan menyatakan kesiapan matang untuk cabang sepak takraw dan pencak silat. Kemudian, Kabupaten Solok secara prinsip siap menampung empat cabang olahraga sembari menanti pengesahan resmi dari bupati.

Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan arena untuk panjat tebing, bola voli, woodball, dan berpotensi menambah cabang tarung derajat. Dari kawasan utara, Kabupaten Pasaman Barat bersedia menjadi tuan rumah cabang olahraga bermotor (IMI) dengan daya tarik fasilitas penginapan gratis bagi para atlet. Kota Bukittinggi membidik alokasi dana Rp7 miliar guna menyelenggarakan pertandingan tinju, wushu, karate, dan tenis meja.

Kota Pariaman menyodorkan diri untuk cabang sepatu roda, tenis lapangan, dan teqball. Di sisi lain, Kota Padang Panjang yang meminati bela diri hapkido dan tarung derajat masih menanti lampu hijau terkait kepastian anggaran.

Terdapat pula usulan sarat makna dari Kabupaten Tanah Datar yang berharap prosesi pengambilan api Porprov dapat dilangsungkan di Pariangan, demi memperkuat identitas historis daerah yang dijuluki Luhak Nan Tuo tersebut.

Menutup rangkaian koordinasi, Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa forum ini dirancang untuk memvalidasi kesiapan nyata di lapangan sekaligus memastikan pengawalan anggaran.

"Rakor ini untuk memastikan tuan rumah benar-benar siap dan anggaran dikawal di APBD Perubahan. KONI kabupaten/kota harus intens berkomunikasi dengan pengambil kebijakan di daerah," pesannya.

Menambahkan aspek teknis pelaksana, Ketua Organizing Committee, Septri, menyatakan bahwa kepastian lokasi ini akan segera disinkronkan.

"Setelah sinkronisasi dengan Pengprov cabor, kami akan mematangkan teknis pelaksanaan di Rakornis. Timeline akan disusun rinci agar seluruh tahapan berjalan tepat waktu menuju Oktober 2026," ujar Septri.

Pesan penutup yang tak kalah penting datang dari Ketua Steering Committee, Syahrial Bakhtiar, yang memacu semangat seluruh daerah untuk segera memanaskan mesin prestasi para atlet tanpa harus menunggu kesempurnaan administratif.

Baca Juga: Bukan Sekadar Medali, Sawahlunto Jadikan Porprov 2026 Momentum Kebangkitan Olahraga Sumbar

"Jangan tunggu dana baru mulai training center. Laksanakan pemusatan latihan dan libatkan kepala daerah untuk membuka secara resmi. Sudah delapan tahun Porprov tidak digelar, ini adalah momentum sejati kebangkitan olahraga Sumatera Barat," tegasnya memotivasi seluruh peserta Rakor. [*/hdp]

Baca Juga

Akhiri Penantian 8 Tahun, Gubernur Mahyeldi Resmi Terbitkan SK Porprov XVI Sumbar 2026
Akhiri Penantian 8 Tahun, Gubernur Mahyeldi Resmi Terbitkan SK Porprov XVI Sumbar 2026
Persiapan Porprov XVI Sumbar 2026 Makin Matang, 48 Cabang Olahraga Lolos Verifikasi
Persiapan Porprov XVI Sumbar 2026 Makin Matang, 48 Cabang Olahraga Lolos Verifikasi
Targetkan Tuan Rumah 11 Cabor, Sawahlunto Pastikan Kesiapan Kontingen Lewat Suntikan Dana Ekstra
Targetkan Tuan Rumah 11 Cabor, Sawahlunto Pastikan Kesiapan Kontingen Lewat Suntikan Dana Ekstra
Sukses Helat Kejuaraan Taekwondo se-Sumatera, KONI Sumbar Kian Percaya Diri Tatap Porprov XVI
Sukses Helat Kejuaraan Taekwondo se-Sumatera, KONI Sumbar Kian Percaya Diri Tatap Porprov XVI
Taufik Hidayatullah Targetkan Limapuluh Kota Ukir Sejarah di Porprov 2026
Taufik Hidayatullah Targetkan Limapuluh Kota Ukir Sejarah di Porprov 2026
Padukan Bakat dan IPTEK, KONI Sumbar Gandeng UNP Terapkan Sport Science Demi Prestasi Emas
Padukan Bakat dan IPTEK, KONI Sumbar Gandeng UNP Terapkan Sport Science Demi Prestasi Emas