Simpang Empat, Padangkita.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengawali kunjungan kerja ke Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dengan menyampaikan tausiah subuh di Masjid Raya Air Bangis, Jumat (13/2/2026).
Agenda itu menjadi kegiatan pembuka, sebelum Gubernur meresmikan jembatan di kawasan Pelabuhan Teluk Tapang.
Dalam kunjungan kerja ini, Mahyeldi menyapa jemaah dan masyarakat Air Bangis dengan pesan yang menenangkan sekaligus menguatkan dalam rangka persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.
Sejumlah pejabat Pemprov Sumbar ikut mendampingi Gubernur, di antaranya Asisten II, Adib Alfikri; Kepala Dinas ESDM, Helmi; Kepala Dinas Perkimtan, Ardiansyah; Kepala Bappeda, Zefnihan; Kepala Dinas Perhubungan, Dedi Diantolani; Kepala Dinas BMCKTR, Armi; serta Kepala Biro Umum, Andree Algamar.
Dalam tausiahnya, Mahyeldi mengajak masyarakat mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang penuh harapan, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.
“Rasulullah SAW itu sangat berharap dengan datangnya bulan Ramadhan. Bahkan setelah Ramadhan berlalu dan masuk Syawal, beliau tetap berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan,” ujar Mahyeldi.
Ia pun mengingatkan doa yang masyhur dibaca Rasulullah SAW: “Allahumma bariklana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhana”.
Mahyeldi menyebutkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang mengantarkan umat menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan lebih baik dalam kehidupan sosial maupun spiritual.
“Salah satu bulan yang mengantarkan kita menjadi orang-orang bertakwa adalah bulan Ramadhan. Karena itu, bulan ini perlu kita sambut dan persiapkan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Pesan spiritual tersebut kemudian sejalan dengan langkah pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah daerah. Usai ceramah subuh, Mahyeldi melanjutkan agenda meresmikan jembatan di kawasan Pelabuhan Teluk Tapang, bagian dari pembangunan akses jalan menuju pelabuhan.
“Saya hadir hari ini dalam rangka peresmian jembatan yang kita bangun di daerah ini. Jalan menuju Teluk Tapang ini ada beberapa jembatan yang sedang dibangun,” katanya.
Mahyeldi menjelaskan, jalan beton sepanjang kurang lebih 20 hingga 25 kilometer menuju Teluk Tapang disiapkan sebagai akses strategis yang diharapkan membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi Pasaman Barat dan Sumatera Barat.
“Insya Allah, Teluk Tapang ini akan menjadi sumber ekonomi baru bagi Pasaman Barat dan Sumatera Barat. Alhamdulillah, saat ini akses jalan sudah bagus dan sarana prasarana pendukungnya secara bertahap juga telah dilengkapi,” ujarnya.
Mahyeldi menegaskan, posisi Teluk Tapang yang dekat dengan Mandailing Natal dan Sibolga menjadi keunggulan tersendiri dalam penguatan konektivitas dan distribusi hasil produksi, terutama sektor pertambangan dan kelapa sawit (CPO).
Sebagai bentuk keseriusan menyiapkan generasi muda, pemerintah juga membangun SMK di Air Bangis dengan jurusan pertambangan dan pertanian, agar potensi daerah dapat dikelola oleh putra-putri setempat.
Baca juga: Mahyeldi Ungkap Rencana Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang Jadi Pusat Ekspor
“Kita siapkan sekolahnya, kita siapkan pelabuhannya, supaya putra-putri Pasaman Barat siap mengelola potensi daerahnya sendiri dan ekonomi masyarakat bisa tumbuh,” pungkas Mahyeldi.
Kunjungan ini menjadi cerminan bahwa pembangunan infrastruktur dan pembangunan spiritual berjalan seiring, menghadirkan harapan akan kemajuan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat. [*/adpsb]











