Padang, Padangkita.com – Kabar melegakan bagi masyarakat Kota Padang menjelang masuknya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemerintah Kota (Pemko) Padang memastikan neraca pangan di ibu kota provinsi Sumatera Barat tersebut berada dalam kondisi surplus dan aman terkendali.
Kepastian ini terungkap dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (10/2/2026). Rapat strategis ini melibatkan pemangku kepentingan kunci, mulai dari Bank Indonesia, Bulog, hingga distributor pangan.
Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi, menegaskan bahwa berdasarkan data riil di lapangan, pasokan kebutuhan pokok masyarakat sangat mencukupi. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak.
"Ketersediaan dan pasokan bahan pangan menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Padang, jadi jangan panik," tegas Didi Aryadi di hadapan seluruh anggota TPID.
Menurut Didi, hingga pekan kedua Februari 2026, stabilitas pasar masih terjaga. Tidak tercatat adanya kelangkaan bahan pokok yang ekstrem. Komoditas vital seperti beras, bawang merah, minyak goreng, gula, daging sapi, hingga telur ayam tersedia dalam jumlah yang memadai di pasaran.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, memaparkan data teknis yang memperkuat optimisme tersebut. Berdasarkan neraca pangan pokok strategis per 9 Februari 2026, sepuluh komoditas utama berada dalam status aman.
Sorotan utama tertuju pada komoditas beras yang menjadi makanan pokok warga. Alfiadi merinci, saat ini ketersediaan beras di Kota Padang melimpah ruah, jauh di atas angka kebutuhan konsumsi harian warga.
"Seperti beras, perkiraan ketersediaannya mencapai 34.183 ton, sementara perkiraan kebutuhannya hanya 7.649 ton. Surplus ini menjamin ketahanan stok beras bisa sampai 99 hari ke depan," ungkap Alfiadi.
Artinya, stok beras di Kota Padang dipastikan aman tidak hanya selama bulan puasa dan Lebaran, tetapi hingga tiga bulan pasca-Idul Fitri.
Meski stok aman, pemerintah tidak menutup mata terhadap fluktuasi harga pada beberapa komoditas yang sensitif (volatile food). Alfiadi mengakui, pada awal Februari ini sempat terjadi lonjakan harga pada komoditas cabai merah besar.
Data menunjukkan, harga cabai merah pada pekan pertama Februari menyentuh level Rp46 ribu per kilogram. Padahal, pada akhir Januari 2026, harganya masih berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
"Merangkak naiknya harga cabai besar disebabkan kurangnya pasokan dari daerah penghasil, serta semakin dekatnya bulan suci Ramadan. Biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat untuk stok bahan makanan, sehingga memicu kenaikan harga hukum pasar," terangnya.
Untuk mengantisipasi gejolak harga yang lebih tinggi dan memastikan stabilitas hingga Lebaran usai, Pemko Padang telah menyiapkan serangkaian langkah taktis. Rencana aksi utamanya adalah penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Tahun 2026 ini, Pemko menargetkan pengadaan cadangan pangan daerah sebesar 30 ton.
Selain itu, intervensi langsung ke masyarakat akan digencarkan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) atau operasi pasar di titik-titik rawan inflasi.
"Pemantauan harga harian dan intervensi secara cepat ketika terjadi lonjakan harga tidak wajar juga akan dilakukan nantinya. Kami akan turun ke pasar dan distributor seminggu sekali untuk pengawasan kontinu," tambah Alfiadi.
Strategi lainnya adalah memperkuat Kerjasama Antar Daerah (KAD). Pemko Padang menjalin komunikasi intensif dengan daerah sentra produksi pertanian di Sumatera Barat dan provinsi tetangga untuk menjamin kelancaran rantai pasok.
Baca Juga: Siapkan 85 Ribu Pelajar, Pemko Padang Usung Konsep Smart Surau di Pesantren Ramadan 2026
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Perum Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Perumda Air Minum Kota Padang, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Padang dan Pemprov Sumbar. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menjaga inflasi Kota Padang tetap rendah dan stabil di momen krusial keagamaan tahun ini. [*/hdp]











