Padang, Padangkita.com – Semen Padang FC berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026. Menjamu Persita Tangerang di Stadion H. Agus Salim, Padang, Minggu (8/2/2026) sore, skuad Kabau Sirah menang tipis 1-0 lewat drama tendangan penalti di masa injury time.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Semen Padang FC yang tengah berjuang mentas dari papan bawah. Tambahan tiga poin mendongkrak posisi mereka ke peringkat 16 klasemen sementara, menggeser Persijap Jepara. Kini, tim kebanggaan Urang Awak itu hanya terpaut dua poin dari PSBS Biak yang berada di zona aman (peringkat 15).
Disaksikan langsung oleh 6.183 penonton yang memadati stadion, laga berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit kick-off dibunyikan wasit Muhammad Iqballuddin. Bermain di hadapan pendukung sendiri dengan cuaca cerah 30 derajat celcius, tuan rumah tampil menekan sejak menit awal.
Bermain dengan motivasi tinggi usai meraih dua hasil imbang di laga tandang sebelumnya, Semen Padang FC mencoba mengambil inisiatif serangan. Anak asuh Dejan Antonic mendominasi penguasaan bola dan gencar melancarkan serangan melalui sektor sayap yang menjadi motor serangan utama.
Sebaliknya, Persita Tangerang di bawah asuhan pelatih Carlos Gonzales Pena memilih bermain lebih pragmatis. Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini cenderung menunggu di area pertahanan sendiri dan sesekali melancarkan serangan balik cepat saat pemain tuan rumah lengah. Strategi ini cukup efektif meredam agresivitas Semen Padang hingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Dejan Antonic melakukan perubahan taktik. Ia memasukkan tenaga baru seperti Ripal Wahyudi dan Maicon de Souza untuk menambah daya gedor. Namun, rapatnya barisan pertahanan Persita membuat gol yang dinanti tak kunjung tercipta hingga waktu normal berakhir.
Drama sesungguhnya terjadi di masa injury time. Wasit menunjuk titik putih untuk Semen Padang FC setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang Persita. Keputusan tersebut sempat menuai protes keras dari para pemain Persita Tangerang.
Guna memastikan keakuratan keputusan, wasit Muhammad Iqballuddin melakukan pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR) yang dikawal oleh Ginanjar Rahman Latief. Setelah meninjau tayangan ulang, wasit tetap pada keputusannya memberikan penalti bagi tuan rumah.
Diego Mauricio yang maju sebagai eksekutor menunjukkan ketenangannya. Striker asing andalan Kabau Sirah ini sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-90+14, mengubah papan skor menjadi 1-0 sekaligus mengunci kemenangan bagi tuan rumah.
Usai pertandingan, Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia mengapresiasi kerja keras para pemain yang tidak kenal lelah hingga detik-detik akhir pertandingan.
"Saya senang sekali bisa menang hari ini. Anak-anak bekerja sangat keras hingga menit akhir. Setiap hari kita berlatih keras dan saya selalu tekankan untuk percaya pada proses," ujar Dejan dalam sesi konferensi pers.
Pelatih asal Serbia ini juga memuji mentalitas anak asuhnya yang bermain sepenuh hati demi lambang di dada. Kemenangan ini, menurutnya, menjadi modal berharga untuk menatap laga tandang berikutnya.
"Anak-anak bermain pakai hati, apa pun hasilnya mereka sudah memberikan yang terbaik. Ini bekal yang sangat bagus untuk laga selanjutnya menghadapi Malang (Arema FC)," tambahnya.
Tak lupa, Dejan mengucapkan terima kasih kepada ribuan suporter yang hadir di Stadion H. Agus Salim. Menurutnya, kehadiran suporter memberikan energi tambahan bagi para pemain di lapangan.
Baca Juga: Solusi Lini Depan, Kabau Sirah Datangkan Diego 'Drogbinha' Mauricio
"Terima kasih juga untuk suporter yang telah datang, ini jadi motivasi besar bagi kita. Kita punya beberapa kesempatan bagus tadi, dan dukungan mereka sangat berarti," pungkasnya. [hdp]











