Padang, Padangkita.com – Suasana malam Minggu di kawasan heritage Kota Tua, Kelurahan Pondok, Kecamatan Padang Barat, terasa berbeda dari biasanya.
Lampu-lampu menyala terang, alunan musik tradisi menggema, dan aroma kuliner menggugah selera memenuhi udara.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang tampaknya serius menepati janji untuk menghidupkan kembali denyut nadi pariwisata di kawasan bersejarah tersebut melalui program Nongkrong Kreatif.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu (7/2/2026) malam ini bukan sekadar hiburan sesaat, melainkan langkah awal dari peta jalan besar revitalisasi pariwisata kota. Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa acara ini adalah bagian dari aktivasi Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang.
Beragam pertunjukan seni budaya lintas etnis ditampilkan untuk memanjakan pengunjung, mulai dari Tari Limpapeh yang dibawakan apik oleh Sanggar Anak Indonesia, Tari Lapak-lapak, hingga Tari Nias yang enerjik. Keberagaman ini menjadi simbol bahwa Kota Tua Padang adalah kuali peleburan budaya atau melting pot yang harmonis.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan visi besarnya untuk menyulap kawasan ini menjadi destinasi wisata malam yang ikonik. Ia tidak ingin Kota Tua hanya menjadi deretan gedung tua yang sunyi saat matahari terbenam.
"Kegiatan seperti ini akan kita hadirkan di beberapa titik. Pokoknya Kota Tua harus ramai. Setelah ini baru nanti kita adakan Car Free Night," ujar Fadly Amran dengan nada optimis.
Revitalisasi yang dicanangkan Fadly tidak hanya soal memoles wajah kota, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
Pada kesempatan tersebut, turut diresmikan dua unit gerai atau booth kuliner yang merupakan bantuan dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan standar pelayanan mereka kepada wisatawan.
"Tahun ini kita mulai menata Kota Tua. Kita akan menambah booth UMKM agar pelaku usaha bisa naik kelas. Kita tidak meninggalkan UMKM, justru UMKM di Kota Padang harus semakin berkembang seiring dengan majunya pariwisata," tegas Wali Kota.
Ia juga mengapresiasi sinergi lintas lembaga, khususnya dukungan dari DPRD Sumatera Barat, yang memiliki visi yang sama dalam memajukan pariwisata Kota Bingkuang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Sani, memastikan bahwa kemeriahan ini tidak akan berhenti di satu malam saja. Pihaknya telah menyusun jadwal rutin untuk menjadikan Nongkrong Kreatif sebagai atraksi tetap.
"Setiap malam Minggu, kecuali selama bulan Ramadan, kegiatan ini akan terus kita adakan. Konsepnya adalah multikultural, menghadirkan beragam seni budaya dari berbagai etnis yang ada di Padang," jelas Yudi Indra Sani.
Yudi juga menambahkan kabar baik bagi para pelaku usaha. Selain dua gerai yang sudah diresmikan, dalam waktu dekat akan ada penambahan fasilitas pendukung lainnya.
"Selain dua booth yang sudah diresmikan, akan ada tambahan lima booth kuliner lagi dari bantuan Bapak Nanda Satria," pungkasnya.
Baca Juga: Nongkrong Kreatif Hidupkan Kembali Panggung Seni Medan Nan Bapaneh
Dengan perpaduan arsitektur kolonial yang estetik, atraksi budaya yang beragam, serta kuliner yang menggoda, Kota Tua Padang kini bersiap menyongsong era baru sebagai destinasi wisata malam unggulan di Sumatera Barat. [*/hdp]











