Padang, Padangkita.com - Ribuan jemaah yang memadati Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) untuk mengikuti Tablig Akbar tidak hanya mendapatkan siraman rohani, tetapi juga perhatian khusus dari sisi medis. Semen Padang Hospital (SPH) turut ambil bagian dalam momentum tersebut dengan membuka gerai layanan kesehatan gratis bagi para jemaah.
Inisiatif ini merupakan strategi jemput bola yang dilakukan manajemen rumah sakit untuk mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran kegiatan keagamaan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
General Manager Marketing & Corporate Communication Semen Padang Hospital, dr. Dilla Putri Ellyssa, menjelaskan bahwa kehadiran tim medis SPH bukan sekadar pelengkap acara, melainkan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap kualitas kesehatan warga.
"Melalui kehadiran Semen Padang Hospital dalam kegiatan Tablig Akbar di Masjid Raya Sumatera Barat, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan," ujar dr. Dilla Putri Ellyssa.
Layanan yang disediakan pun terbilang komprehensif untuk ukuran pemeriksaan lapangan. Tim medis SPH melayani pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, konsultasi dokter umum, hingga layanan fisioterapi ringan. Layanan fisioterapi ini menjadi primadona mengingat banyak jemaah yang duduk lama selama acara berlangsung.
Berdasarkan data pemeriksaan di lokasi, tim medis SPH mencatat pola keluhan kesehatan yang cukup signifikan dari para pengunjung. dr. Dilla mengungkapkan bahwa mayoritas pasien yang datang didominasi oleh kelompok usia dewasa hingga lanjut usia (lansia).
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat meliputi tekanan darah tinggi, nyeri dan pegal otot, keluhan gula darah, serta kelelahan fisik. Keluhan tersebut umumnya dialami oleh jemaah usia dewasa hingga lanjut usia yang hadir dalam kegiatan Tablig Akbar," jelasnya merinci temuan medis di lapangan.
Menyikapi temuan tersebut, tim SPH tidak hanya memberikan tindakan medis di tempat. Mereka juga proaktif memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya pola hidup sehat. Para jemaah dibekali tips menjaga kebugaran tubuh agar tetap prima dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun rutinitas ibadah.
Lebih lanjut, dr. Dilla menegaskan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi dari fungsi sosial rumah sakit. SPH berkomitmen untuk tidak hanya menunggu pasien datang berobat (kuratif), tetapi juga aktif turun ke masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan (preventif) dan promosi kesehatan (promotif).
"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen SPH untuk selalu hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui layanan di rumah sakit, tetapi juga melalui kegiatan promotif dan preventif di berbagai ruang publik," tambahnya.
Baca Juga: Launching Pesantren Ramadan, Fokus pada Pembentukan Karakter via Smart Surau
Respons positif pun mengalir dari para jemaah. Kehadiran pos kesehatan ini dinilai sangat membantu, terutama bagi mereka yang jarang memiliki waktu luang untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan secara rutin. [*/hdp]










