Pariaman, Padangkita.com - Bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh Siklon Tropis Senyar yang melanda wilayah Sumatera Barat (Sumbar) November 2025, menyisakan duka mendalam. Kota Pariaman merupakan salah satu daerah yang terdampak siklus ini.
Terdapat beberapa titik yang mengalami banjir, dan yang terparah adalah wilayah yang bersentuhan langsung dengan aliran Sungai Batang Mangau.
Berdasarkan data lapangan yang dihimpun oleh tim Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman melalui Bidang Perikanan terdapat 15 desa dan kelurahan yang terdampak, khususnya terkait usaha perikanan budi daya.
Ada 19 pelaku usaha perikanan yang terdampak langsung, yang tersebar di Desa Pauh Kurai Taji, Desa Balai Kuraitaji, Badang Tajongkek, Taluak, Pauh Timur, Pakasai Kajai, Kelurahan Alai Gelombang, Cubadak Air Selatan, Air Santok, Bato, Bungo Tanjung, Kampung Gadang, Sungai Pasak Sungai Sirah, Cimparuah, dan Jawi – Jawi.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa menyebutkan, akibat dari bencana ini sebagian besar sarana dan prasarana mengalami kerusakan dan komoditi usaha perikanan hanyut terbawa oleh banjir yang melanda Kota Pariaman pada tanggal 27 November silam.
“Akibat bencana besar ini ditaksir luasan usaha perikanan terdampak 10.320 m2, dengan kerugian mencapai Rp959.000.000. Kerusakan sarana dan prasarana yang dimaksud meliputi kolam, kemudian ikan yang dibudidayakan yang mati dan hanyut terbawa banjir,” paparnya.
Marlina Sepa berharap adanya program pemulihan dan rehabilitasi pertanian yang berkelanjutan, termasuk peningkatan ketahanan sarana dan prasarana pertanian terhadap bencana di masa mendatang.
“Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pendampingan teknis, serta sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat tani, sehingga sektor pertanian diharapkan dapat bangkit kembali, menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani ,” pungkasnya. [*/pkt]











