Padang, Padangkita.com – Manajemen Semen Padang FC mengambil langkah strategis guna menyelamatkan performa tim yang tengah dalam sorotan. Klub berjuluk Kabau Sirah itu secara resmi menunjuk legenda sepak bola nasional, Yeyen Tumena, sebagai Direktur Teknik (Dirtek) yang baru.
Keputusan krusial ini diambil setelah melalui rapat maraton yang melibatkan jajaran manajemen, komisaris, dewan penasihat klub, serta tim pelatih. Penunjukan Yeyen dinilai sebagai solusi konkret untuk membenahi fundamental tim yang sedang terpuruk di kompetisi liga.
CEO Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, menegaskan bahwa kebutuhan akan sosok direktur teknik sudah sangat mendesak. Dari sekian banyak kandidat, figur Yeyen Tumena dinilai paling mumpuni karena memiliki pemahaman mendalam tentang karakter sepak bola nasional maupun lokal.
Menurut Hermawan, Yeyen akan memegang peran vital sebagai jembatan komunikasi antara manajemen dan tim pelatih.
Hermawan berharap, dengan pengalaman Yeyen yang malang melintang baik di level Timnas Indonesia maupun berbagai klub besar, kepulangannya ke Ranah Minang bisa membawa angin perubahan. Ia optimistis Yeyen mampu menjadi katalis agar tim segera bangkit dari keterpurukan.
Senada dengan CEO, Komisaris PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Braditi Moulevey, menyebut kehadiran Yeyen adalah bagian dari reformasi besar di tubuh klub. Ia menekankan bahwa posisi Dirtek bukan hanya pelengkap, melainkan otak strategis dalam perencanaan tim.
Braditi menjelaskan, sebagai direktur teknik, Yeyen akan menjadi mitra diskusi bagi pelatih kepala dan jajaran staf. Ia juga bertugas memberikan masukan berbasis data serta perencanaan jangka panjang kepada jajaran Direksi (BOD) dan Komisaris (BOC). Manajemen meyakini, pengalaman panjang Yeyen akan berdampak pada peningkatan kualitas tim secara signifikan.
Bagi Yeyen Tumena sendiri, jabatan ini bukan sekadar tawaran profesional, melainkan sebuah panggilan hati. Setelah puluhan tahun berkarier dan merantau di luar Sumatera Barat, ia merasa ini adalah momen yang tepat untuk pulang.
Yeyen menyambut baik kesempatan ini dengan penuh antusiasme. Ia mengakui ada sisi emosional yang kuat ketika memutuskan menerima pinangan Semen Padang FC. Baginya, ini adalah waktu membayar utang budi kepada kampung halaman yang pernah membesarkan namanya.
Selain faktor emosional daerah, Yeyen mengungkapkan peran vital Andre Rosiade selaku penasihat klub. Menurutnya, keseriusan dan pendekatan intens yang dilakukan Andre Rosiade menjadi alasan utama ia memilih Semen Padang FC, meski ada beberapa klub lain yang juga mendekatinya.
Alasan personal lainnya yang menyentuh hati Yeyen adalah sang ibunda. Ia mengaku ingin lebih dekat dengan ibunya yang kini tinggal sendirian setelah sang ayah wafat dua tahun lalu.
Terkait tugas barunya, Yeyen menegaskan bahwa tanggung jawab seorang direktur teknik jauh lebih luas dibandingkan pelatih kepala. Ia menyebut telah menyiapkan sejumlah cetak biru dan langkah strategis sesuai arahan manajemen untuk memperbaiki performa Kabau Sirah.
Baca Juga: Berjuang di Zona Degradasi, Semen Padang FC Rombak Jajaran Pimpinan
Kehadiran Yeyen Tumena diharapkan menjadi suntikan energi baru. Sinergi antara direktur teknik, pelatih, dan pemain diharapkan mampu mengembalikan marwah Semen Padang FC ke jalur persaingan yang kompetitif di kancah sepak bola nasional. [*/hdp]











