Padang, Padangkita.com – Pemerintah Kota Padang melakukan operasi pembersihan besar-besaran (general cleaning) di seluruh wilayah kota pada Sabtu (29/11/2025).
Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk memulihkan kondisi ibu kota provinsi pasca diterjang rentetan bencana hidrometeorologi selama sepekan terakhir.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menginstruksikan pengerahan total seluruh kekuatan armada dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Truk-truk penyemprot air dan pengangkut sampah disebar serentak ke berbagai titik krusial yang masih tertutup lumpur dan material sisa banjir.
Instruksi tersebut ditegaskan Fadly Amran usai memimpin Rapat Koordinasi Tanggap Darurat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Sabtu pagi.
Fadly menekankan bahwa percepatan pemulihan fisik kota adalah prioritas utama saat ini. Ia ingin memastikan sisa material bencana segera bersih agar roda perekonomian dan aktivitas sosial warga dapat kembali berputar normal.
Dalam keterangannya, Fadly menyebut target pembersihan ringan ini harus tuntas dalam kurun waktu beberapa hari ke depan. Hal ini dinilai vital sebagai prasyarat untuk melangkah ke fase selanjutnya, yakni Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) infrastruktur yang rusak.
Merespons instruksi Wali Kota, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan, menyatakan kesiapan penuh jajarannya. Sebanyak 10 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan khusus untuk menyemprot endapan lumpur tebal yang tidak bisa dibersihkan secara manual.
Budi menjelaskan bahwa fokus operasi penyemprotan meliputi wilayah Kecamatan Koto Tangah, Pauh, Nanggalo, dan Padang Utara. Prioritas utama diberikan pada fasilitas umum yang vital, seperti sekolah-sekolah dan rumah ibadah, agar bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat.
Dukungan armada dalam skala lebih besar datang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang. Kepala DLH Padang, Fadelan, merinci kekuatan armada yang diterjunkan untuk operasi sapu bersih ini. Tidak main-main, DLH mengerahkan 43 unit arm roll truck, 31 unit dump truck, 3 unit crane, dan 14 unit mobil pikap.
Selain kendaraan berat, Fadelan juga mengoptimalkan armada taktis pengangkut sampah di tingkat pemukiman dengan menurunkan 490 unit becak motor (betor) Lembaga Pengelola Sampah (LPS). Strategi ini dilakukan untuk menjangkau gang-gang sempit yang terdampak banjir.
Fadelan menetapkan target ambisius bahwa sebelum masa tanggap darurat berakhir, wajah Kota Padang harus sudah kembali bersih dari puing dan sampah sisa bencana.
Sinergi lintas dinas ini diharapkan mampu mengembalikan kenyamanan warga Kota Padang dalam waktu singkat seiring dengan kondisi cuaca yang mulai membaik. [*/hdp]











