Batang Maransi Sering Meluap Sebabkan Banjir, Pemko Padang Rencanakan segera Menormalisasi

Batang Maransi Sering Meluap Sebabkan Banjir, Pemko Padang Rencanakan segera Menormalisasi

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir ketika meninjau kondisi Batang Maransi yang sering meluap dan menyebabkan banjir di wilayah sekitarnya. [Foto: Dok. Pemko Padang]

Padang, Padangkita.com - Usai dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir terus bekerja dengan langsung turun ke lapangan.

Salah satu yang mendapat perhatiannya adalah kondisi aliran Batang Maransi yang kerap meluap dan menyebabkan banjir di kawasan Kelurahan Air Pacah hingga Dadok Tunggul Hitam.

Menurut Maigus, pengendalian banjir menjadi salah satu prioritas utama dalam program 100 hari kerjanya bersama Wali Kota Fadly Amran. Menurut dia, penanganan banjir ini juga merupakan arahan Wali Kota Padang, Fadly Amran yang saat ini masih mengikuti retret di Akmil Magelang.

Maigus menyebutkan, Wako Fadly telah menekankan pentingnya solusi jangka panjang terhadap permasalahan banjir di ibu kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

"Kemarin kita sudah video call dengan Pak Wali. Sesuai arahan beliau, pengendalian banjir merupakan salah satu prioritas program unggulan. Kami siap menangani persoalan ini secepatnya," ujar Maigus saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (23/2/2025).

Maigus menjelaskan bahwa banjir di Kota Padang terjadi akibat beberapa faktor, di antaranya pendangkalan sungai akibat sedimentasi yang menghambat aliran air. Kemudian, kurangnya daerah resapan air sehingga air hujan tidak terserap dengan baik.

Selain itu, juga ada kontribusi perilaku masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai, yang menyebabkan penyumbatan aliran air. Dan, juga disebabkan perubahan tata guna lahan yang mengurangi kapasitas daerah tangkapan air.

"Penyebab banjir di Kota Padang dipengaruhi belum optimalnya aliran dari lima sungai besar yang ada. Dengan dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang dan Dinas PSDA Sumbar, kita berharap dapat melakukan normalisasi secara bertahap," ungkapnya.

Langkah strategis yang akan dilakukan Pemko Padang, lanjut dia, adalah normalisasi dan pengerukan Batang Maransi yang sering meluap dan menyebabkan banjir di kawasan Kelurahan Air Pacah dan Dadok Tunggul Hitam.

Baca juga: Datangkan Tenaga Ahli dari Jerman, Ini Target Pemko Padang Merevitalisasi dan Normalisasi Sungai Batang Arau

"Pengerukan dan pelebaran sungai menjadi solusi utama. Jika ini bisa kita lakukan, Insya Allah dalam tiga hingga empat tahun ke depan kawasan ini bisa terbebas dari banjir," kata Maigus.

Menurut dia, langkah ini memang membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Dinas PSDA Sumbar, dan pemerintah daerah.

[*/pkt]

Baca Juga

Kejar Target Bebas Stunting, Fadly Amran Luncurkan Pekan Posyandu dan Minta Kader Sisir Balita di Lapangan
Kejar Target Bebas Stunting, Fadly Amran Luncurkan Pekan Posyandu dan Minta Kader Sisir Balita di Lapangan
Sisihkan Ratusan Peserta, Fathir dan Nikita Dinobatkan sebagai Duta GenRe Padang 2026
Sisihkan Ratusan Peserta, Fathir dan Nikita Dinobatkan sebagai Duta GenRe Padang 2026
Padang Perkuat Fondasi Kota Religius, LPTQ Rumuskan Strategi Pembinaan Qari dari Tingkat RT
Padang Perkuat Fondasi Kota Religius, LPTQ Rumuskan Strategi Pembinaan Qari dari Tingkat RT
Solidaritas Jelang Ramadan, Fadly Amran Salurkan 50 Ton Beras dan Paket Umrah untuk Warga Padang
Solidaritas Jelang Ramadan, Fadly Amran Salurkan 50 Ton Beras dan Paket Umrah untuk Warga Padang
Forkopimda dan Ormas Padang Sepakati 4 Poin Penting Jaga Kesucian Ramadan
Forkopimda dan Ormas Padang Sepakati 4 Poin Penting Jaga Kesucian Ramadan
Berusia 79 Tahun, HMI Ditantang Beri Solusi Nyata untuk Pembangunan Kota Padang
Berusia 79 Tahun, HMI Ditantang Beri Solusi Nyata untuk Pembangunan Kota Padang