HUT ke-49 Bundo Kanduang Pariaman, Roberia Ingatkan Semua mesti Hormati ABS-SBK  

HUT ke-49 Bundo Kanduang Pariaman, Roberia Ingatkan Semua mesti Hormati ABS-SBK  

Pj Wako Pariaman Roberia menghadiri seminar Bundo Kanduang. [Foto: Diskominfo Pariaman]

Pariaman, Padangkita.com Bundo Kandung Kota Pariaman merayakan HUT ke-49 dengan menyelenggarakan seminar. Temanya, ‘Etika dan Estetika Perempuan Minangkabau Menurut Adat Basandi Syara, Syarak Basandi Kitabullah’ di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Minggu (5/11/2023).

Seminar tersebut diikuti oleh pengurus Bundo Kanduang Kota Pariaman, pengurus Bundo Kanduang Kecamatan, pengurus Bundo Kanduang Desa Kampung Baru dan Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Pariaman Tengah. Kemudian, juga ketua KAN se-Kota Pariaman. Narasumber yang tampil Bundo Kanduang Sumatra Barat (Sumbar) Puti Reno Raudha Thaib.

Dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Wali Kota Pariaman Roberia yang sekaligus Payung Panji Bundo Kanduang Kota Pariaman mengatakan, sangat setuju dengan tema seminar.

“Kita harus ada etika dan estetika, karena hukum yang baik itu dasarnya etika dan estetika yang merupakan hukum yang baik untuk mengatur Kota Pariaman. Sebab, kita Indonesia negara hukum. Namun apabila kita langsung meloncat ke hukum tanpa dikuatkan pondasi etika dan estetika nantinya hukum bisa dicari celah untuk dimanfaatkan. Sebaliknya, jika etika dan estetika dikuatkan, Insya Allah hukum itu tidak akan dicari celahnya untuk dimanfaatkan,” ungkapnya.

Roberia juga mengingatkan para bundo kanduang dan niniak mamak, bahwa adat budaya masyarakat Minangkabau memegang teguh ABS-SBK yang di ranah hukum menjadi norma hukum yang kuat.

Artinya, kata Roberia, di negara hukum ini siapapun harus wajib menghormati ABS-SBK meskipun bukan orang Minangkabau yang tinggal di Provinsi Sumbar. Apalagi, lanjut dia, yang orang Minangkabau.

“Diketahui bahwa fungsi utama bundo kanduang adalah sebagai perempuan Minangkabau dan limpapeh rumah nan gadang yang mewariskan nilai-nilai adat dan budaya dalam keluarga sebagai filter, supaya anak-anak kita tidak terjerumus budaya yang tidak benar,” terangnya.

Sejauh ini, baru ada dua kepengurusan bundo kanduang di desa dan kelurahan Kota Pariaman. Yakni, Bundo Kanduang Desa Kampung Baru dan Bundo Kanduang Kelurahan Kampung Pondok.

Roberia berharap, desa dan kelurahan lainnya bisa secepatnya membentuk kepengurusan bundo kanduang.

Baca juga: Pj Wako Roberia Canangkan Salat Berjemaah Zuhur dan Asar bagi ASN Pemko Pariaman

“Peran bundo kanduang juga diharapkan bisa mendukung pemerintah kota untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata yang bersih, nyaman dan sehat,” ajak Roberia. [*/pkt]

Baca Juga

Pemko Pariaman Dukung Pariaman Campus Expo 2026 
Pemko Pariaman Dukung Pariaman Campus Expo 2026 
MoU dengan Yayasan Al-Mughny Pariaman, Yota Balad Sebut Sejalan dengan Program Unggulan
MoU dengan Yayasan Al-Mughny Pariaman, Yota Balad Sebut Sejalan dengan Program Unggulan
Lomba PKK Tingkat Kota Pariaman, Upaya Mempertahankan Prestasi Terbaik di Sumbar
Lomba PKK Tingkat Kota Pariaman, Upaya Mempertahankan Prestasi Terbaik di Sumbar
Wako Yota Balad Serahkan Proposal Usulan Pembangunan Infrastruktur pada Menteri PU
Wako Yota Balad Serahkan Proposal Usulan Pembangunan Infrastruktur pada Menteri PU
Poprov Sumbar Diundur Oktober, Pemko Pariaman Pastikan Ikut dan Siap Jadi Tuan Rumah 3 Cabor
Poprov Sumbar Diundur Oktober, Pemko Pariaman Pastikan Ikut dan Siap Jadi Tuan Rumah 3 Cabor
Yota Balad Terima Penghargaan UHC Awards 2026
Yota Balad Terima Penghargaan UHC Awards 2026