Menteri Basuki Targetkan Pemebasan Lahan Tol Yogyakarta-Bawen Tuntas Tahun Ini  

Menteri Basuki Targetkan Pemebasan Lahan Tol Yogyakarta-Bawen Tuntas Tahun Ini  

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ketika meninjau pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. [Foto: Dok. Kementerian PUPR]

Yogyakarta, Padangkita.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan pengadaan lahan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, dapat selesai pada akhir tahun ini.

Ini perlu dilakukan, kata Menteri Basuki, untuk mempercepat penyelesaian konstruksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.

“Pembebasan lahan harus dilakukan secara paralel, jangan sekuensial. Tahun ini saya menargetkan pembebasan lahan di seksi 2, 3, 4, dan 5 selesai,” kata Menteri Basuki saat meninjau proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jumat (2/6/2023).

Jalan tol ini terdiri dari 6 seksi, yakni Seksi 1 Sleman-Banyurejo (8,25 km), Seksi 2 Banyurejo-Borobudur (15,26 km), Seksi 3 Borobudur-Magelang (8,08 km), Seksi 4 Magelang-Temanggung (16,26 km), Seksi 5 Temanggung-Ambarawa (22,56 km), dan Seksi 6 Ambarawa-Junction Bawen (5,21 km).

Konstruksi seksi 1 yang dimulai pada April 2022 telah mencapai 28%, sementara konstruksi seksi 6 yang dimulai pada Februari lalu ditargetkan rampung pada November 2024.

Kedua seksi ini ditargetkan dapat fungsional pada April 2024. Jalan tol sepanjang 76 km yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan akan meningkatkan konektivitas dari DI Yogyakarta menuju Jawa Tengah dan sebaliknya.

 Saat rampung nanti, Jalan tol yang terhubung dengan Jalan Tol Semarang – Solo dan Jalan Tol Solo – Bandara Kulonprogo ini akan membentuk segitiga emas yang akan meningkatkan konektivitas dan perekonomian kawasan Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar).

Nilai investasi Jalan Tol Jogja – Bawen mencapai Rp14,26 triliun. Pembangunan jalan tol ini dilaksanakan oleh PT. Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku Badan Usaha Jalan Tol yang dibentuk oleh konsorsium pemenang lelang.

Konsorsium tersebut adalah PT Jasamarga Persero Tbk, PT Adhi Karya Persero Tbk, PT PP Persero Tbk, PT Waskita Karya Persero Tbk dan PT Abipraya Persero.

Terdapat empat simpang susun dan satu junction yang akan dibangun pada jalan tol ini. Dimulai dari Junction Bawen, Simpang Susun Ambarawa, Simpang Susun Temanggung dan Simpang Susun Magelang.

Baca juga: Melihat Progres Pembebasan Lahan dan Konstruksi Jalan Tol Yogyakarta – Bawen

Kemudian, Simpang Susun Banyurejo yang akan terhubung dengan Junction Sleman Kecamatan Melati, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta dan akan terkoneksi dengan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo. [*/pkt]

Baca Juga

Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi Dapat Dilalui 2029 Jika Lahan Beres dan Dana Tersedia
Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi Dapat Dilalui 2029 Jika Lahan Beres dan Dana Tersedia
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Biaya Pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi Rp25,23 T, Target Rampung dan Beroperasi 2031
Proses Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi segera Dimulai, Ada 2 Terowongan dan 2 Jembatan
Proses Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi segera Dimulai, Ada 2 Terowongan dan 2 Jembatan
Wako Yota Balad Serahkan Proposal Usulan Pembangunan Infrastruktur pada Menteri PU
Wako Yota Balad Serahkan Proposal Usulan Pembangunan Infrastruktur pada Menteri PU
Kementerian PU Siapkan Anggaran Rp667 Miliar untuk Penanganan Jalan Malalak
Kementerian PU Siapkan Anggaran Rp667 Miliar untuk Penanganan Jalan Malalak
Menteri PU Tinjau Pengerjaan Jalan Lembah Anai, Dibuka Fungsional 24 Jam Selama Libur Lebaran
Menteri PU Tinjau Pengerjaan Jalan Lembah Anai, Dibuka Fungsional 24 Jam Selama Libur Lebaran