Merawat Pabrik Semen Tertua di Indonesia di Indarung Padang Lewat Kegiatan Seni

Merawat Pabrik Semen Tertua di Indonesia di Indarung Padang Lewat Kegiatan Seni

Wartawan Padangkita.com. Fakhrudin, di salah satu titik di Pabrik Indarung 1, Sabtu (11/12/2021). [Foto: Ist

Padang, Padangkita.com - Muhammad Fadli, 20 tahun, berdiri di atas kiln, tempat pembakar campuran semen berbentuk silinder dengan panjang 50 meter dan berdiameter 2 meter.

Wajahnya garang menatap sekeliling bangunan Pabrik Indarung 1, pabrik semen pertama di Minangkabau yang berdiri sejak 1910.

"Cek semua," ujarnya sambil menunjuk ke arah pengunjung.

Dengan hati-hati, dia berjalan di atas pipa besi besar tersebut. Pada masa lalu, kiln-4 yang diinjak Fadli dan empat kiln lainnya di pabrik itu berputar 24 jam sehari dan berkapasitas hingga 200.000 ton per tahun.

Semen yang dihasilkan pabrik lalu dikirim ke berbagai tempat dan digunakan sebagai bahan baku bangunan yang masih berdiri hingga kini seperti Jam Gadang di Bukittinggi, dan Monumen Nasional di Jakarta.

Namun sejak 1999 pabrik itu tidak lagi beroperasi dan kiln tidak lagi berfungsi.

“Kiln yang dulunya berputar membakar batu kapur dengan gagahnya sekarang harus diselimuti lumut, karat, tak berguna lagi," ujar lelaki itu.

Pengunjung yang menyaksikan adegan itu pun terpukau.

Lampiran Gambar

Muhammad Fadli, 20 tahun, saat mementaskan teater monolog di atas klen, tempat pembakar campuran semen berbentuk silinder dengan diameter dua meter, di Pabrik Indarung 1, Minggu (12/12/2021). [Foto: Fakhru]

Monolog yang dibawakan Fadli tersebut merupakan salah satu penampilan seni yang diinisiasi oleh sejumlah seniman asal Sumatra Barat (Sumbar) di bekas pabrik semen tertua di Indonesia milik PT Semen Padang itu.

Padangkita.com berkesempatan menyaksikan langsung upaya aktivasi pabrik lewat kegiatan seni dan kebudayaan tersebut, Minggu (12/12/2021) sore. Selain teater monolog, ada juga penampilan instalasi seni rupa, seni musik, tari, dan randai.

Penampilan seni digelar di sejumlah titik bekas pabrik itu. Tak ayal pengunjung pun diajak untuk melihat sisa-sisa romantisme kejayaan pabrik semen di masa lalu.

Bukan hanya itu. Gerimis yang turun sore itu dan membasahi dinding-dinding tebal, gerigi besar, tiang-tiang besi yang menjulang, atap yang tinggal kerangka besi, cerobong asap, dan lainnya turut menambah suasana heritage dari pabrik itu.

Jadi Ruang Seni dan Kebudayaan

Ketua Indarung Heritage Society, M Aidil Usman berharap agar Pabrik Indarung 1 yang berada di kawasan PT Semen Padang itu bisa diaktivasi menjadi ruang seni dan kebudayaan.

"Dengan penampilan seni ini diharapkan pengunjung dapat mengingat kembali sejarah pabrik ini dan melakukan upaya bersama agar bangunan ini bisa dimanfaatkan ke depannya," ujarnya kepada Padangkita.com di Pabrik Indarung 1.

Menurutnya, meski tidak beroperasi lagi sejak puluhan tahun lalu karena pertimbangan efisiensi dan polusi, pabrik ini tidak boleh tinggal menjadi bangunan bersejarah yang terbengkalai.

Bangunan di pabrik ini harus bisa dijadikan sebagai museum atau cagar budaya. Tujuannya agar bisa dikenal sehingga dikunjungi banyak wisatawan dan berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar serta mendatangkan pendapatan asli daerah.

"Ini yang kita upayakan. Kalau dulu tempat ini berorientasi pada industrialisasi, maka sekarang orientasinya seni dan budaya. Itu arahnya ke depan," jelasnya.

Aidil mengemukakan, sebagai tahap awal, pihaknya sudah tiga tahun berturut-turut menggelar lokakarya seni di tempat ini. Pada tahun ini, lokakarya digelar pada 9-12 Desember dan didukung oleh Asosiasi Seniman Tari Indonesia dan Cikini Art Stage.

 

Lokakarya terdiri atas lima bidang yakni seni rupa dengan mentor Aidil sendiri, seni tari dengan mentor Jefriandi Usman dan David Fitrik, lalu seni teater dengan mentor Metron Mardison.

Kemudian, seni sastra dengan mentor Heru Joni Putra, dan seni musik dengan mentor Peter Slayen.

Kegiatan lokakarya diikuti oleh puluhan peserta dan didominasi oleh generasi milenial. Setiap bidang lalu berkolaborasi untuk menciptakan pertunjukan seni yang ditampilkan pada Minggu kemarin.

"Dengan adanya kita di sini, diharapkan tempat ini bisa terjaga. Ini aset yang tidak ternilai. Kita berharap ini lebih cepat. Di tahun mendatang kita akan membuat festival seni untuk kancah nasional di lokasi ini, dan 2023 kita akan undang seniman internasional ke sini," ujarnya. [fru/pkt]

Baca Juga

Menyingkap Misteri Dua Meriam Tua di Lapangan Golf Semen Padang, Saksi Bisu Perang Pasifik di Ranah Minang
Menyingkap Misteri Dua Meriam Tua di Lapangan Golf Semen Padang, Saksi Bisu Perang Pasifik di Ranah Minang
Kawal Menuju Pentas Dunia, PT Semen Padang Fasilitasi Cek Kesehatan Komprehensif Atlet SOIna Sumbar
Kawal Menuju Pentas Dunia, PT Semen Padang Fasilitasi Cek Kesehatan Komprehensif Atlet SOIna Sumbar
Tangis Haru Linda Pecah, 6 Tahun Hidup di Gubuk Kini Punya Rumah Berkat Semen Padang
Tangis Haru Linda Pecah, 6 Tahun Hidup di Gubuk Kini Punya Rumah Berkat Semen Padang
Cetak Ribuan Tukang Profesional, SIG Pecahkan Rekor MURI Lewat Sertifikasi Serentak di 5 Provinsi
Cetak Ribuan Tukang Profesional, SIG Pecahkan Rekor MURI Lewat Sertifikasi Serentak di 5 Provinsi
Cetak Tenaga Konstruksi Andal, Semen Padang Gelar Sertifikasi Tukang di Bengkulu
Cetak Tenaga Konstruksi Andal, Semen Padang Gelar Sertifikasi Tukang di Bengkulu
Sasar Warga Ring 1 Tambang, PT Semen Padang Gelar Aksi Germas Bebas TBC dan HIV di Sikayan Mansek
Sasar Warga Ring 1 Tambang, PT Semen Padang Gelar Aksi Germas Bebas TBC dan HIV di Sikayan Mansek