Cuaca Panas di Sumbar Diperkirakan Terjadi Hingga Awal Maret

Cuaca Panas di Sumbar Diperkirakan Terjadi Hingga Awal Maret

Ilustrasi (foto; pexels)

Lampiran Gambar

Ilustrasi (foto; pexels)

Padangkita.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Barat memperkirakan cuaca panas yang melanda Sumbar masih akan berlangsung hingga awal Maret 2018. Kondisi ini dipicu oleh kurangnya curah hujan.

“Curah hujan sudah mulai berkurang sejak Januari. Diperkirakan akan berlangsung sampai awal Maret,” ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping, Padangpariaman Budi Samiaji kepada Padangkita.com, Senin (06/02/2018).

Meski diperkirakan berlangsung hingga Maret, bukan berarti kondisinya akan terus begitu. Menurut Budi, masih ada potensi hujan dengan intensitas lebat, walaupun hanya berlangsung sehari-dua hari. Estimasi hujan akan terjadi pada pertengahan Februari.

Ia melanjutkan cuaca panas hampir merata terjadi di seluruh kabupaten/kota di Sumbar, kecuali Kabupaten Kepulauan Mentawai. Di Kepulauan Mentawai, kata dia, curah hujan masih cukup bagus karena dikelilingi laut.

Budi menegaskan bahwa kondisi cuaca panas yang melanda Sumbar tidak terlalu mengkhawatirkan. Walaupun curah hujan minim, potensi hujan turun masih cukup bagus. Pertumbuhan awan-awan hujan, katanya, sudah mulai ada, cuma hujan saja yang belum turun.

“Potensi kekeringan di Sumbar cukup kecil. Walaupun curah hujan minim, potensi untuk hujan cukup bagus. Adapun kekeringan nanti, tidak parah seperti di Jawa yang sampai berbulan-bulan. Kalaupun ada kekeringan di Sumbar, palingan satu-dua minggu. Karena kita dekat dengan Samudera Hindia sebagai sumber air,” ujarnya.

Ditambahkan Budi, cuaca panas yang terjadi saat ini adalah hal yang normal dan merupakan siklus setiap tahun. Cuaca panas biasanya berlangsung pada Februari-Maret, sedangkan cuaca hujan berlangsung Oktober-November.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Sumbar hari ini, Selasa (06/02/2018), umumnya 18 kabupaten/kota di Sumbar dalam kondisi cerah berawan dan berawan. Suhu berkisar 19–32 derajat celcius dan kelembaban 75–95 persen (berbeda tiap-tiap kabupaten/kota).

Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Mentawai diperkirakan akan mengalami hujan ringan pada malam hari dan berawan pada dini hari dengan suhu 24-32 derajat celcius dan kelembaban 75-85 persen.

Baca Juga

Pemko Pariaman Uji Publik Data Rumah yang Terdampak Bencana, Ini Rinciannya
Pemko Pariaman Uji Publik Data Rumah yang Terdampak Bencana, Ini Rinciannya
Bupati OKU Serahkan Bantuan Rp400 Juta untuk Korban Bencana di Kota Pariaman
Bupati OKU Serahkan Bantuan Rp400 Juta untuk Korban Bencana di Kota Pariaman
Stafsus Mendikdasmen: Sekolah yang Rusak Akibat Bencana di Pariaman segera Diperbaiki
Stafsus Mendikdasmen: Sekolah yang Rusak Akibat Bencana di Pariaman segera Diperbaiki
Yota Balad Serahkan Bantuan Sembako dan Makanan Sehat untuk Siswa Terdampak Bencana
Yota Balad Serahkan Bantuan Sembako dan Makanan Sehat untuk Siswa Terdampak Bencana
Bapanas Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Kota Pariaman
Bapanas Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Kota Pariaman
IMBI Sumbar Serahkan Bantuan, Yota Balad Apresiasi Kepedulian Komunitas Motor Gede
IMBI Sumbar Serahkan Bantuan, Yota Balad Apresiasi Kepedulian Komunitas Motor Gede