Kekeringan Mulai Ancam Lahan Pertanian di Sumbar

Kekeringan Mulai Ancam Lahan Pertanian di Sumbar

Ilustrasi Sawah (Foto: Pexels)

Lampiran Gambar

Ilustrasi Sawah (Foto: Pexels)

Padangkita.com - Bencana kekeringan mulai mengancam sejumlah wilayah pertanian di Sumatera Barat, salah satunya di Kecamatan IV Jurai dan kecamatan Bayang, Pesisir Selatan. Petani mulai mengeluhkan minimnya pasokan air yang sebelumnya mengairi area persawahan mereka.

Asnimar (43), petani warga Gurun Panjang Utara Pessel mengatakan ada sekitar ratusan hektar lahan sawah masyarakat yang sudah ditanami padi terancam mengalami kekeringan. Hal tersebutkan diperkirakan akan menyebabkan kerugian besar bagi para petani.

"Sawah yang sudah kami tanam tanahnya mulai kering dan merekah. Kami takut gagal panen karena sebagian besar sawah masyarakat di sini adalah sawah tadah hujan," katanya, Senin (05/02/2018).

Dirinya berharap pemda Pessel dapat membangunan jaringan irigasi teknis yang memadai. Hal tersebut ditujukan agar masyarakat tidak lagi menunggu tingginya curah hujan untuk bertanam padi. Menurutnya, bila irigasi sawah berjalan lancar serta memenuhi kebutuhan tanaman.

Para petani pun merasa optimis hasil penen padi akan semakin meningkat dan ekonomi masyarakat akan semakin membaik. Tujuannya lainnya yakni pembangunan berkembang sesuai yang diharapkan oleh masyarakat, pemerintah dan pembangunan daerah.

Sementara itu, Camat kecamatan IV Jurai Pessel Salman Alfarisi Brutu menyatakan untuk upaya mengatasi kegagalan panen padi, masyarakat tani di kecamatan IV Jurai Pessel diminta mulai terapkan pola tanam serentak dalam satu hamparan. Hal ini juga dapat menekan serangan berbagai hama perusak tanaman yang dapat merugikan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga dituntut menjaga kebersihan lingkungan pematang sawah, tali bandar dan irigasi terhindari dari semak belukar. Kondisi ini akan memicu hama tikus bersarang dan berkembang biak, kemudian para petani juga memiliki tanggung jawab menjaga fasilitas umum dari kerusakan serta melestarikannya.

Dikutip dari situs pemkab, daerah-daerah yang terancam kekeringan tersebut antara lain, Nagari Gurun Panjang, Sungai Sarik, Sungai Gayo, dan Balai Sinayan. Padahal air merupakan kebutuhan tanaman padi yang tidak bisa dielakan, kekurangan air sangat berpengaruh terhadap hasil produksi panen padi bahkan bisa terancam gagal panen

Baca Juga

Pemko Pariaman Uji Publik Data Rumah yang Terdampak Bencana, Ini Rinciannya
Pemko Pariaman Uji Publik Data Rumah yang Terdampak Bencana, Ini Rinciannya
Bupati OKU Serahkan Bantuan Rp400 Juta untuk Korban Bencana di Kota Pariaman
Bupati OKU Serahkan Bantuan Rp400 Juta untuk Korban Bencana di Kota Pariaman
Stafsus Mendikdasmen: Sekolah yang Rusak Akibat Bencana di Pariaman segera Diperbaiki
Stafsus Mendikdasmen: Sekolah yang Rusak Akibat Bencana di Pariaman segera Diperbaiki
Yota Balad Serahkan Bantuan Sembako dan Makanan Sehat untuk Siswa Terdampak Bencana
Yota Balad Serahkan Bantuan Sembako dan Makanan Sehat untuk Siswa Terdampak Bencana
Bapanas Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Kota Pariaman
Bapanas Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Kota Pariaman
IMBI Sumbar Serahkan Bantuan, Yota Balad Apresiasi Kepedulian Komunitas Motor Gede
IMBI Sumbar Serahkan Bantuan, Yota Balad Apresiasi Kepedulian Komunitas Motor Gede