Kurambiak Senjata Mematikan Dari Ranah Minang

Kurambiak Senjata Mematikan Dari Ranah Minang

Kurambiak atau Kerambit

Lampiran Gambar

Kerambiak atau Kerambit (sumber foto: Cikgu Nasir)

Padangkita- Mungkin tidak banyak yang mengenal keberadaan senjata kecil namun sangat berbahaya dan mematikan asal Ranah Minang ini. Namanya Kurambiak atau Kerambiak atau Kerambit.

Kurambiak ternyata menjadi senjata wajib yang digunakan oleh para tentara Amerika Serikat. Dan sejumlah tentara dari negara lain di Eropa pun menggunakan kurambiak sebagai senjata andalan mereka.

Kurambiak sendiri adalah pisau genggam kecil berbentuk melengkung seperti bulan separuh. Senjata ini pun pernah dinobatkan menjadi senjata paling mematikan di dunia untuk pertarungan jarak dekat.

Meskipun bentuknya kecil dan imut namun senjata ini sangat berbahaya. Senajata ini dapat digunakan untuk melukai atau menghabisi tubuh lawan dengan cepat, akurat dan susah dideteksi lawan.

Lampiran Gambar

Kurambiak atau kerambit (sumber foto : pinteres)

Asian Journal British pun pernah mencatat tentang penggunaan Kurambiak ini dan ditulis pada rentang waktu Juli–Desember 1827. Dan ini merupakan catatan tertua tentang sejarah penggunaan kurambiak atau kerambit.

Kurambiak hanya digunakan oleh mereka yang benar-benar jantan dan maskulin. Sebab kerambit digunakan untuk duel satu lawan satu dan untuk jarak pendek. Butuh nyali besar untuk menggunakan kerambit sebagai senjata pamungkas.

Dulu, Kurambiak digunakan para pendekar-pendekar Minang khususnya para pesilat yang beraliran silat harimau. Mereka sangat mahir menggunakan senjata kecil ini.

Dalam buku sejarah di benua Eropa, pada zaman perang dulu tentara di Indonesia dipersenjatai dengan keris di pinggang dan tombak di tangan, sedangkan Kurambiak itu digunakan sebagai senjata terakhir.

Bahkan National Geographic pernah mengangkat cerita soal senjata penggunaan senjata Kurambiak ini. NG memberi judul, 'The Deadliest Knife In The World' atau Pisau Paling Mematikan di Dunia, seperti dilansir dari berbagai sumber.

Tag:

Baca Juga

Silek Tradisi Minangkabau Resmi Jadi Ekstrakurikuler Wajib SMA Sederajat di Sumbar
Silek Tradisi Minangkabau Resmi Jadi Ekstrakurikuler Wajib SMA Sederajat di Sumbar
Rencana Pemotongan Batal, Sumbar Terima Alokasi TKD 2026 Setara Tahun Lalu Rp2,63 T
Rencana Pemotongan Batal, Sumbar Terima Alokasi TKD 2026 Setara Tahun Lalu Rp2,63 T
'Sinkhole' di Limapuluh Kota Terus Dikaji, Vasko Ingatkan Bukan Mistis dan Airnya Bukan Obat
'Sinkhole' di Limapuluh Kota Terus Dikaji, Vasko Ingatkan Bukan Mistis dan Airnya Bukan Obat
Mutasi di Pemprov Sumbar, Al Amin Kepala Bapenda dan Zefnihan Kepala Bappeda
Mutasi di Pemprov Sumbar, Al Amin Kepala Bapenda dan Zefnihan Kepala Bappeda
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Ada 28 Jenazah Korban Bencana di Sumbar Belum Teridentifikasi
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Ada 28 Jenazah Korban Bencana di Sumbar Belum Teridentifikasi
2,5 Ton Rendang untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut - Sumbar Resmi Dikirim dari Ranah Minang
2,5 Ton Rendang untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut - Sumbar Resmi Dikirim dari Ranah Minang