Potensi Pengembangan Bawang Merah di Pessel Mencapai 2.500 Hektare

Potensi Pengembangan Bawang Merah di Pessel Mencapai 2.500 Hektare

Komoditas bawang dikembangkan melalui koperasi (Foto: Aidil Sikumbang)

Lampiran Gambar

Komoditas bawang dikembangkan melalui koperasi (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com - Potensi pengembangan tanaman sayuran jenis bawang merah di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mencapai 2.500 hektare. Sayang dengan belum berkembangnya tanaman itu membuat daerah itu masih membutuhkan pasokan dari luar daerah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distahorbun) Pessel, Jumsu Trisno mengatakan, Kamis (11/1/2018), bahwa daerah itu memiliki potensi besar pengembangan tanaman sayur jenis bawang merah.

"Potensinya pengembanganya mencapai 2.500 hektare yang tersebar di 15 kecamatan yang ada. Karena potensi seluas itu belum tergarap, sehingga hingga saat ini masyarakat Pessel masih membutuhkan pasolan dari luar daerah. Berdasarkan pendataan yang dilakukan petugas, diperkirakan kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap bawang merah di daerah ini sekitar 18.750 ton dalam satu tahun," katanya.

Karena tingginya tingkat kebutuhan masyarakat, serta juga sangat menjanjikan secara ekonomi, sehingga pihaknya terus mendorong para petani untuk terus melakukan peningkatan budidaya setiap tahunnya.

"Karena tingginya kebutuhan, serta juga menjanjikan secara ekonomi, sehingga masyarakat petani terus didorong untuk melakukan pengembangan tanaman bawang merah dan budidaya," bilangnya.

Dijelaskannya bahwa saat ini produktivitas lahan sudah mencapai 18 ton per hektare. Bahkan pada lahan-lahan tertentu bisa mencapai 24 ton per hektare.

"Jenis bibit yang dikembangkan berasal dari bawang dataran rendah Brebes. Dengan produksi rata-rata 18 ton per hektare, maka dengan harga jual Rp 14 ribu di tingkat petani sebagai mana saat ini, petani telah bisa mendapatkan uang Rp 252 juta. Setelah dikurangi modal Rp 75 juta, maka keuntungan yang didapat mencapai 177 juta. Itu hanya dalam masa 60 hari hari, mulai dari menyemai hingga panen," ungkapnya.

Baca Juga

Wagub Vasko Tegaskan TMMD Program Terpadu Menyentuh Langsung Kebutuhan Masyarakat
Wagub Vasko Tegaskan TMMD Program Terpadu Menyentuh Langsung Kebutuhan Masyarakat
Kejar Skor IKPA 100, Bawaslu Pesisir Selatan Ajak Kolaborasi KPPN Painan
Kejar Skor IKPA 100, Bawaslu Pesisir Selatan Ajak Kolaborasi KPPN Painan
Bertahun-tahun Tak Aktif, Kini Irigasi Anai II kembali Aliri Lahan Persawahan di Pariaman
Bertahun-tahun Tak Aktif, Kini Irigasi Anai II kembali Aliri Lahan Persawahan di Pariaman
Sea Walker Mandeh, Nikmati Wahana Berjalan di Bawah Laut Pertama di Sumatera Barat
Sea Walker Mandeh, Nikmati Wahana Berjalan di Bawah Laut Pertama di Sumatera Barat
Serahkan 25 Unit Alsintan untuk Kelompok Tani, Yota Balad: Perkuat Sektor Peranian Pariaman
Serahkan 25 Unit Alsintan untuk Kelompok Tani, Yota Balad: Perkuat Sektor Peranian Pariaman
Anggaran Pemprov Rp2 Miliar untuk Pembenahan Saluran Irigasi Banda Gadang Kabupaten Solok
Anggaran Pemprov Rp2 Miliar untuk Pembenahan Saluran Irigasi Banda Gadang Kabupaten Solok