Cegah Penularan Difteri, Dinkes Pessel Lakukan Vaksinasi pada Warga

Cegah Penularan Difteri, Dinkes Pessel Lakukan Vaksinasi pada Warga

Dinas Kesehatan Kota Padang melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pasien diduga difteri, Kamis (21/12/2017). (Foto: Aidil Sikumbang)

Lampiran Gambar

Dinas Kesehatan Kota Padang melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pasien diduga difteri, Kamis (21/12/2017). (Foto: Aidil Sikumbang)

Padangkita.com - Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit difteri, Dinas Kesehatan Kabupaten Pessel bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi memberikan vaksinasi dan obat kepada keluarga dan lingkungan tempat terduga difteri.

Dilaporkan, bocah berusia 13 tahun asal Sago Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan harus dirujuk ke RSUP M Djamil Padang karena diduga menderita difteri.

Kabid penangulangan dan penyakit Dinkes Pessel Satria Wibawa menuturkan, sedikitya ada 28 orang yang melakukan kontak dengan pasien diduga terjangkit Difteri. 8 orang dari tenaga medis dan 20 orang dari masyarakat umum .

"Kita lakukan cek di rumah kediaman pasien, keluarga dan warga di sekeliling kediaman pasien," katanya dikutip dari humas, Sabtu (06/01/2018).

Langkah ini dilakukan sebagai hal upaya pencegahan awal Difteri.Dengan hal pemberian obat erythromychn kepada masyarakat umum sedangkan untuk tenaga medis diberikan faksinasis rutin agar tidak tertular.

Menurutnya, penyakit Difteri adalah penyakit yang sangat mematikan, sangat perlu penanganan serius. Biasanya ciri - ciri gejala difteri ini pasien awalnya mengalami demam tinggi, tenggorokan terasa sakit da susa saat menelan makanan.

"Terdapat selaput putih di dalam tenggorokan jika diambil akan muda mengeluarkan darah," jelasnya.

Kepada masyarakat Ia menghimbau agar bisa melakukan imunisasi kepada anak - anaknya, menjaga pola makan bersih, cuci tangan. Karena difteri sangat cepat menular melalui udara dan kontak.

"periksa cepat ke pustu, pukesmas maupun rumah sakit. Agar cepat dilakukan pencegahaan," kata Satria.

Kabid Pelayanan Medis RSUD M. Zein Painan, Vera Kornita menerangkan dugaan pasien yang terkena penyakit Difteri. Dengan kondisi tersebut, pihak rumah sakit RSUP. M.Zein Painan menyebut bahwa pasien memiliki gejala Difteri dan kemudian harus dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

"Jadi setelah diperiksa, baru bisa dipastikan bahwa pasien benar Difteri atau tidak, Hasil laboratorium dapat diketahui selama 1-2 minggu kedepan," jelasnya kemudian.

Baca Juga

Poliklinik Eksekutif- Layanan Kemoterapi Modern RSAM Diresmikan, Berobat Tak Perlu ke Luar Negeri
Poliklinik Eksekutif- Layanan Kemoterapi Modern RSAM Diresmikan, Berobat Tak Perlu ke Luar Negeri
RSUP M. Djamil Ditugaskan Jadi Pengampu 514 Daerah untuk Kembangkan Layanan Laparoskopi
RSUP M. Djamil Ditugaskan Jadi Pengampu 514 Daerah untuk Kembangkan Layanan Laparoskopi
FKUI–RSCM Perkuat Layanan Bedah Saraf di RSUD M. Natsir Solok, Ini Harapan Mahyeldi
FKUI–RSCM Perkuat Layanan Bedah Saraf di RSUD M. Natsir Solok, Ini Harapan Mahyeldi
Mahyeldi Buka Senam Sehat World Diabetes Day 2025, Ajak Warga Ubah Pola Hidup
Mahyeldi Buka Senam Sehat World Diabetes Day 2025, Ajak Warga Ubah Pola Hidup
RSUP M Djamil Padang Kini Resmi Punya Unit Transplantasi Ginjal, Jadi Rujukan 4 Provinsi
RSUP M Djamil Padang Kini Resmi Punya Unit Transplantasi Ginjal, Jadi Rujukan 4 Provinsi
5 Manfaat Pembasmi Serangga untuk Rumah Lebih Sehat
5 Manfaat Pembasmi Serangga untuk Rumah Lebih Sehat