Pasca-disetop, Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Solok Masih Belum Bisa Dilaksanakan, Ini Penyebabnya

Belajar Tatap Muka di Payakumbuh, Berita Payakumbuh Terbaru, Berita Sumbar Terbaru

Ilustrasi ruang belajar atau kelas. [Foto: Dok. pixabay.com]

Berita Kabupaten Solok hari ini, berita Sumbar hari ini dan berita Virus Corona (Covid-19) hari ini: Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Solok masih belum bisa diselenggarakan hingga saat ini.

Arosuka, Padangkita.com - Pembelajaran tatap muka mulai dari tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga SMP di Kabupaten Solok masih belum bisa dilaksanakan. Penyebabnya, guru di daerah itu masih belum melakukan swab test atau rapid test antigen.

"Sekolah tatap muka di Kabupaten Solok mulai tingkat PAUD hingga SMP belum digelar karena guru-guru belum menjalani swab test atau rapid test antigen," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Zulkisar kepada Padangkita.com via telepon, Rabu (3/2/2021).

Dia menuturkan, sebelumnya, pembelajaran tatap muka di Kabupaten Solok pernah diterapkan pada Senin (4/1/2021). Namun, beberapa hari berselang, sekolah tatap muka terpaksa disetop.

Pasalnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menerbitkan surat edaran yang berisi pelaksanaan pembelajaran tatap muka diperbolehkan jika guru-guru telah mengantongi surat bebas Covid-19 berdasarkan hasil swab test atau rapid test antigen.

Sementara itu, daerah itu sebelumnya sama sekali belum melakukan swab test atau rapid test antigen kepada guru-guru. Menurut Zulkisar, pelaksanaan pemeriksaan Covid-19 tersebut merupakan wewenang Dinas Kesehatan setempat.

Namun, berdasarkan informasi yang dia terima, pelaksanaan pemeriksaan Covid-19 di Kabupaten Solok terkendala anggaran.

"Dananya itu yang belum ada. Rencana, Dinas Kesehatan akan 'menggeser' kegiatannya untuk pelaksanaan swab test atau rapid test antigen ini. 'Penggeseran' itu belum bisa dilakukan sampai sekarang," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan tetap berupaya agar guru-guru di Kabupaten Solok bisa menjalani swab test atau rapid test antigen sehingga pembelajaran tatap muka pun bisa dilangsungkan.

"Kemarin, saya sudah menghadap Pak Sekda. Mudah-mudahan bulan Februari ini bisa dilaksanakan swab test atau rapid test antigen kepada guru-guru tingkat PAUD hingga SMP," sampainya.

Data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, jumlah guru sebanyak 5.225 orang mulai tingkat PAUD sampai SMP. Semuanya diwajibkan ikut tes swab atau rapid tes antigen.

Lalu, pemeriksaan Covid-19 juga akan dilakukan kepada guru di satuan pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agam, seperti MIN, MTsN dan MAN. “Jadi, totalnya sekitar 6.800 orang,” ucapnya.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Kabupaten Solok Disetop, Ini Alasannya

Sementara, pelaksanaan pembelajaran tatap muka SMA/SMK sudah mulai dilakukan sejak Rabu (6/1/2021). Hal tersebut karena para guru di jenjang tersebut telah mengantongi surat bebas Covid-19 berdasarkan hasil swab test atau rapid test antigen. [pkt]


Baca berita Kabupaten Solok hari ini, berita Sumbar hari ini dan berita Virus Corona (Covid-19) hari ini hanya di Padangkita.com.

Baca Juga

Respons Cepat Darurat Banjir, Semen Padang dan Andre Rosiade Kirim 1.000 Dumbag untuk Perkuat Tanggul di Solok
Respons Cepat Darurat Banjir, Semen Padang dan Andre Rosiade Kirim 1.000 Dumbag untuk Perkuat Tanggul di Solok
Bank Nagari Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kabupaten Solok
Bank Nagari Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kabupaten Solok
Tinjau Korban Bencana di Junjung Sirih, Gubernur Mahyeldi Serahkan Bantuan Senilai Rp68 Juta
Tinjau Korban Bencana di Junjung Sirih, Gubernur Mahyeldi Serahkan Bantuan Senilai Rp68 Juta
Bank Nagari - Pemkab Solok Kerja Sama Pemanfaatan Aset untuk Kantor Cabang Pembantu
Bank Nagari - Pemkab Solok Kerja Sama Pemanfaatan Aset untuk Kantor Cabang Pembantu
Jalan Bayang - Alahan Panjang Ditarget Rampung November 2025, Pessel - Solok makin Dekat  
Jalan Bayang - Alahan Panjang Ditarget Rampung November 2025, Pessel - Solok makin Dekat  
Polemik Honorer di Pemkab Solok: Investigasi Ombudsman Sumbar Temukan Kejanggalan
Polemik Honorer di Pemkab Solok: Investigasi Ombudsman Sumbar Temukan Kejanggalan