6.451 Haktare Lahan Pertanian Rusak Akibat Bencana di Sumbar, Rehabilitasi Resmi Dimulai

6.451 Haktare Lahan Pertanian Rusak Akibat Bencana di Sumbar, Rehabilitasi Resmi Dimulai

Kementerian Pertanian (Kementan) resmi memulai kegiatan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar), termasuk Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Terlihat alat berat dikerahkan untuk mengembalikan kondisi lahan yang rusak akibat bencana kepada semula di kawasan pertanian di Kabupaten Solok. [Foto: Dok. Biro Adpim Sumbar]

Arosuka, Padangkita.com - Kementerian Pertanian (Kementan) resmi memulai kegiatan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar), termasuk Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

Khusus di wilayah Sumbar, kegiatan perdana rehabilitasi lahan dilaksanakan di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Kamis (15/1/2026).

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian mengatakan rehabilitasi lahan terdampak bencana ini bertujuan untuk menjaga sumber pendapatan petani dan sekaligus menjaga produktivitas pangan nasional.

"Kegiatan ini kita laksanakan secara serentak di 3 wilayah terdampak bencana dan di-launching langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bapak Andi Amran Sulaiman untuk menjaga produktivitas pangan nasional dan ekonomi petani," ungkap Sam Herodian.

Lebih lanjut, ia menjelaskan prioritas awal Kementerian Pertanian adalah menangani lahan sawah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang. Sementara untuk kategori rusak berat, akan ditangani selanjutnya secara bertahap.

Sam Herodian menuturkan, langkah rehabilitasi mencakup pembentukan kembali struktur lahan, hingga pendampingan penanaman dan bantuan alat mesin pertanian agar sawah segera kembali produktif dan bisa ditanami petani.

"Bentuk intervensi yang kita berikan adalah kita akan membentuk kembali lahannya, pendampingan penanaman, itu kita tangani, termasuk bantuan peralatan mesin pertanian," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyampaikan terima kasih kepada gerak cepat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dalam melakukan pemulihan terhadap lahan masyarakat yang terdampak bencana di Sumbar.

Ia menegaskan, kegiatan rehabilitasi lahan ini tidak hanya di Kabupaten Solok, tapi juga akan dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya yang terdampak bencana di Sumbar. Skema penanganannya pun dimulai dari yang rusak ringan setelah itu baru ke yang rusak sedang dan berat.

"Tahap awal ini, kita mulai penanganan untuk lahan yang rusak ringan dulu setelah itu baru yang rusak sedang. Tidak hanya di Solok tapi juga di kabupaten/kota lain yang terdampak, semua dapat giliran," tegas Arry Yuswandi.

Ia berharap dengan adanya program rehabilitasi ini, para Petani di Sumbar dapat kembali bersemangat. Dengan tujuan, agar Sumbar bisa segera bangkit dan pulih, baik secara mental maupun ekonomi.

Arry mengungkap berdasarkan catatan Pemprov Sumbar, luas lahan yang terdampak bencana di Sumbar mencapai 6.451 hektare. Dengan rincian, seluas 2.802 hektare rusak ringan, 822 hektare rusak sedang dan 2.827 hektare rusak berat.

Baca juga: Sumbar Butuh 200 Ekskavator untuk Pulihkan Lahan Pertanian yang Rusak Akibat Bencana

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Solok, Chandra; Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal; Forkopimda Kabupaten dan Kota Solok; Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, Afniwirman; Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Sumbar, Sukarli; serta Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto. [*/adpsb]

Baca Juga

Tim Terpadu Sumbar Tertibkan Aktivitas Tambang Ilegal di Pasaman, Barang Temuan Dimusnahkan
Tim Terpadu Sumbar Tertibkan Aktivitas Tambang Ilegal di Pasaman, Barang Temuan Dimusnahkan
Sekdaprov Sumbar Tinjau Pengerjaan Normalisasi Sungai di Paninggahan Kabupaten Solok
Sekdaprov Sumbar Tinjau Pengerjaan Normalisasi Sungai di Paninggahan Kabupaten Solok
Hari Desa Nasional 2026, Gubernur Mahyeldi Raih Upakarya Wanua Nugraha dari Pemerintah Pusat
Hari Desa Nasional 2026, Gubernur Mahyeldi Raih Upakarya Wanua Nugraha dari Pemerintah Pusat
Ini Jumlah Bantuan Pemerintah untuk Rumah yang Rusak Akibat Bencana, Kategori Berat Rp60 Juta
Ini Jumlah Bantuan Pemerintah untuk Rumah yang Rusak Akibat Bencana, Kategori Berat Rp60 Juta
Mendagri Tito Karnavian: Akurasi Data Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar
Mendagri Tito Karnavian: Akurasi Data Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar
Daerah di Sumbar Diminta Mendagri Manfaatkan Program Nasional 300 Ribu Jembatan Gantung
Daerah di Sumbar Diminta Mendagri Manfaatkan Program Nasional 300 Ribu Jembatan Gantung