4 Gunung Berapi di Indonesia Sedang dan Berpotensi Erupsi

Penulis: Mentari Tryana

Jakarta, Padangkita.com – Sejumlah gunung berapi di Indonesia tengah menunjukkan aktivitasnya beberapa waktu terakhir. Setidaknya ada empat gunung yang sedang dan berpotensi erupsi hingga hari ini, Rabu (2/12/2020).

Keempat gunung tersebut adalah Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur.

Gunung Semeru berstatus waspada, sementara tiga gunung lainnya berstatus siaga.

Untuk diketahui, ada 4 level status pada gunung berapi, yaitu level pertama status aktif normal, yang artinya gunung berapi dalam kondisi aktif dan tidak aktivitas yang membahayakan.

Level II atau status waspada, pada status ini gunung berapi mulai menunjukkan adanya peningkatan aktivitas seismik dan mulai muncul kejadian vulkanik.

Lalu level III atau siaga di mana gunung mulai menunjukkan aktivitas berupa letusan kecil yang dapat menimbulkan bencana. Jika aktivitas gunung terus meningkat, ada kemungkinan erupsi besar akan terjadi dalam kurun dua pekan.

Kemudian, level IV atau awas, artinya gunung akan atau sedang meletus. Meski demikian, gunung bisa saja meletus dalam status waspada ataupun siaga. Seperti yang terjadi pada Gunung Semeru beberapa waktu lalu.

Baca juga: Beredar Foto Hasil Tes Swab Positif Covid-19 Habib Rizieq, Ini Kata Sahabatnya

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 gunung berapi di Indonesia yang sedang dan berpotensi erupsi:

1. Gunung Merapi

Meski belum terjadi erupsi, gunung Merapi saat ini dalam status siaga. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida aktivitas Gunung Merapi saat ini menunjukkan ke arah terjadinya erupsi.

”Hal ini menunjukkan mendekatnya waktu erupsi,” kata Hanik Huamidah dalam Webinar bertajuk Erupsi Merapi, Apa yang Bisa Dilakukan?, Minggu (29/11/2020).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mewaspadai adanya potensi banjir lahar dingin jika gunung Merapi erupsi.

“[Banjir] Lahar hujan memang menjadi sesuatu yang kami perhitungkan tahun ini,” katanya, Jumat (13/11/2020).

Hal ini, kata Lilik, dipicu oleh fenomena La Nina jika hujan lebat dengan intensitas tinggi terjadi di sekitar puncak Gunung Merapi.

Berdasarkan catatan BPPTKG pada periode 20-26 November 2020, Gunung Merapi sejumlah guguran, 340 kali gempa guguran (RF), dan 277 kali gempa vulkanik dangkal (VTB).

2. Gunung Sinabung

Pos Pengamatan Gunung Sinabung pada Selasa (1/12/2020) sore mengatakan tingginya kubah lava yang ada di puncak gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara menunjukkan adanya potensi erupsi.

Gunung Sinabung saat ini berstatus siaga. Masyarakat pun diminta untuk tidak melakukan aktivitas di zona merah dengan radius 3 sampai 5 Km.

3. Gunung Semeru

Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur 2 hingga 11 kilometer pada dini hari kemarin.

Aktivitas Semeru mulai meningkat sejak awal Oktober lalu. Guguran batuan terjadi meski tidak secara menerus mulai pertengahan Oktober.

Kemudian pada 28 November terjadi kenaikan jumlah guguran secara signifikan yang diikuti oleh kejadian awan panas guguran. Hingga pada 1 Desember dini hari terjadi guguran awan panas yang menyebabkan sedikitnya 550 warga harus diungsikan.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kasbani mengatakan Gunung Semeru masih berstatus waspada atau level II meski guguran terjadi hampir setiap hari. Sebab, katanya, aktivitas vulkanik gunung tersebut tidak intens.

“Gempa vulkanik, kegiatan magma tidak signifikan, seperti biasa. Sekarang pun sama. Jadi sebenarnya ini tidak ada peningkatan aktivitas yang [signifikan]. Status masih tetap waspada,” jelasnya.

4. Gunung Ili Lewotolok

Gunung yang terletak di NTT ini menunjukkan peningkatan aktivitas hingga mengalami erupsi pada pada Minggu (29/11/2020) pagi pukul 09.45 WITA.

Peningkatan aktivitas tersebut membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Ili Lewotolok dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

“Berdasarkan hasil analisis secara menyeluruh maka pada tanggal 29 November 2020 pukul 13:00 WITA tingkat aktivitas Gunungapi Ili Lewotolok dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga),” kata kepala PVMBG Minggu (29/11/2020).

Erupsi gunung Ili Lewolotok mencapai 1.500 meter di atas puncak atau 2.923 meter di atas permukaan laut. Akibatnya, 4.628 orang harus mengungsi di tujuh titik pengungsian.

Saat ini, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari kawah puncak.  [try]


Baca berita terbaru hanya di Padangkita.com

Terpopuler