11,4 Juta Warga RI Sudah Kecipratan Dana Program Kartu Prakerja, Ini Pesan Presiden Jokowi 

Penulis: Isran Bastian

Jakarta, Padangkita.com – Presiden Joko Widodo berpesan agar Generasi Milenial dan Generasi Z harus memiliki tiga kemampuan atau kompetensi penting, yakni melek finansial, menguasai keahlian digital (digital savvy), serta mahir berwirausaha. Pernyataan itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka ‘Pekan Milenial Naik Kelas’ di Jakarta, Selasa (5/4/2022).

Selain melek finansial dan penguasaan keahlian digital, Presiden Jokowi menegaskan, mahir berwirausaha semakin penting dan menantang karena bangsa ini membutuhkan lebih banyak wirausahawan sehingga anak muda tidak menggantungkan diri pada lapangan kerja.

“Namun sebaliknya mampu membuka lapangan kerja baru untuk mensejahterakan masyarakat di sekitarnya,” ingat Jokowi.

Lanjut dia, skill untuk berwirausaha itu sesuai dengan karakter kaum muda yang semangat kreatif dan berani mengambil risiko, lincah, mudah beradaptasi, serta menyukai hal-hal baru.

“Pemerintah mendukung akses modal bagi milenial untuk mendukung kaum muda agar siap berwirausaha dan siap bekerja, salah satunya melalui program Kartu Prakerja,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari yang turut menjadi salah seorang pembicara utama pada event itu memaparkan, Survei Cyrus Network bahwa 93 persen penerima Prakerja menyatakan bahwa pelatihan yang diikuti mendorong kewirausahaan.
Sementara itu, 98 peserta Prakerja mengaku pelatihan yang diambil meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan soft skill. Selain itu, juga ada penurunan angka status penganggur dari 56 persen menjadi 39,8 persen setelah mengikuti program.

Denni Purbasari juga menekankan fenomena ‘Gig Economy’ yang melanda kaum muda Indonesia. Saat ini, angkatan kerja kita lebih menyukai bekerja sebagai karyawan kontrak jangka pendek atau pekerja lepas (freelancer) daripada menjadi karyawan tetap yang mengabdi selama puluhan tahun di sebuah tempat.

“Milenial dan Gen Z menyukai peluang karir di era ‘Gig Economy’ karena survei membuktikan hal ini menjadi sumber pendapatan tambahan bagi mereka, walaupun waktu bekerjanya tak terprediksi. Pekerjaan seperti ini membutuhkan kreativitas, independensi dan disiplin tingkat tinggi,” terangnya.

Dari fenomena itu kemudian lahirlah profesi yang kini banyak diminati anak muda, seperti vlogger dan video creator, food photography, citizen journalism, programmer, standup comedian.

“Kartu Prakerja menjadi pintu bagi anak muda untuk mendapatkan skill yang dibutuhkan dan mengetahui peluang kerja yang tersedia secara cepat,” ungkapnya.

Denni menggarisbawahi bahwa kesempatan dalam hidup tidak datang begitu saja, karena itu kesempatan harus dikejar dengan baik.

“Uang bisa habis, tapi ilmu tidak akan pernah habis, apalagi jika terus dibagikan. Ada lebih dari 700 pelatihan yang ada di Program Kartu Prakerja untuk membantu angkatan kerja kita bisa naik kelas di era Gig Economy. Mari Generasi Milenial dan Generasi Z menggunakannya semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Denni memaparkan, hingga saat ini total penerima manfaat Program Kartu Prakerja telah mencapai 11,4 juta orang.

“Jumlah itu pun masih akan terus bertambah dengan dibukanya kembali Program Kartu Prakerja pada tahun ini,” ungkap doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder, Amerika Serikat, itu.

Denni Purbasari mengatakan, sedikitnya ada tiga keunggulan Program Kartu Prakerja. Pertama, program itu merupakan startup pertama yang dimiliki pemerintah, juga sebagai program pertama yang menggunakan teknologi berbasis cloud computing.

Kedua, Prakerja berjalan 100 persen secara digital. Program itu berlangsung dengan ‘paperless’, tidak pakai antre, tidak ada intermediary, dan bersifat on-demand.

Ketiga, Prakerja memberikan ‘Trust’, memberikan otonomi kepada peserta untuk memilih, baik jenis pelatihan, maupun juga mitra pembayaran yang diinginkan.

“Selain itu, Kartu Prakerja merupakan sebuah ekosistem untuk para pencari kerja dan menghubungkan dengan industri yang membutuhkan tenaga kerja,” tambah Denni. Karena itu, Kartu Prakerja pun berkolaborasi dengan empat job portal besar di Indonesia, yaitu Jobstreet, Topkarir, Karir.com, dan Jobs.id.

Deputi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020 itu mengatakan, di balik desain Program Kartu Prakerja tersebut, 70 persen dari tim Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja berasal dari kalangan milenial.

Baca Juga: Ketika Menko Ekon Airlangga Hartarto Banggakan Kesuksesan Kartu Prakerja

“Tim saya kurang dari 120 orang, ngurusin 11,4 juta peserta Prakerja, dengan 70 persen dari tim di Manajemen Prakerja adalah milenial. Jadi, kenapa kami menciptakan produk fit dengan milenial, tidak ribet, dan transparan, karena teman-teman di Manajemen Prakerja mayoritas adalah milenial,” katanya. [isr]

Terpopuler

Add New Playlist