Zat dan Berbahayanya Mengonsumsi Mi Instan

Mi instant (Foto: Pexels)

Padangkita.com – Mengonsumsi mi instan secara tidak wajar dapat menimbulkan beragam risiko. Menurut para pakar, mi instan boleh dikonsumsi dalam kadar dan jangka waktu tertentu. Seperti halnya makanan lainnya, makan mi bisa menghilangkan rasa lapar, namun makanan cepat saji ini tidak bisa menggantikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Dilansir dari sejumlah sumber, Jumat (0812/2017), pakar gizi Jansen Ongko mengatakan tidak ada masalah jika ingin makan mi instan setiap hari. Namun mi instan hanya memiliki karbohidrat yang besar dan hanya sedikit memiliki kandungan protein, vitamin dan mineral.

Menurutnya, karena kandungan karbohidrat dan kalorinya yang tinggi, mi instan dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan pada tubuh manusia.

“Makan mi secara berlebihan dapat menyebabkan Kegemukan atau obesitas. Satu bungkus mi instan menyumbang energi sebesar 400 kkal atau sekitar 20 persen dari total kebutuhan energi harian,” katanya.

Selain itu yang perlu diwaspdai adalah kandungan lemak dan kadar natriumnya yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Sehingga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi mi instan setiap hari.

Hal ini diperkuat oleh nutrisionis Leona Victoria Djajadi. Menurutnya, mi instan merupakan makanan yang enak. Namun tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Sehingga kalau dimakan setiap hari menimbulkan risiko malnutrisi dan mungkin hipertensi karena garam dan MSG (monosodium glutamat) yang dimiliki pada bumbunya.

Sementara itu pendapat ahli Gizi mengatakan mi instan bukanlah makanan yang membahayakan bagi manusia. Selama memiliki label dari lembaga resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan tidak kadaluarsa, mi instan aman dikonsumsi.

“Yang membuat mi instan menjadi tidak sehat adalah cara memasak dan memakannya. Banyak orang yang berpendapat makan mi saja sudah cukup, padahal itu tidak benar,” kata profesor dari Institur Pertanian Bogor itu.

Menurutnya, bagaimana pun tubuh manusia membutuhkan asupan nutrisi dan vitamin dan sumber makanan lainnya. Selama makanan yang dimakan beragam jenis, mi instan tidak akan menjadi masalah. Apalagi menurutnya, saat ini sejumlah produk mi sudah ditambah dan diperkuat dengan kandungan vitamin. Meski demikian, jangan jadikan mi sebagai makanan pokok.

Baca juga:
Lakukan Tes Sederhana ini Untuk Mendeteksi Stroke

Lembaga Prevent Disease pernah melaporkan, bahan utama mi kering adalah tepung, minyak sawit, dan garam. Sementara bahan umum bubuk penyedap adalah garam, monosodium glutamat, bumbu, dan penyedap, dan gula.

Pada Juni 2012, Korea Food and Drug Administration (KFDA) menemukan benzopirene (zat penyebab kanker) di dalam enam merek mi yang dibuat oleh Nong Shim Company Ltd. Selain itu juga, Monosodium glutamat (MSG) yang terdapat dalam mi instan, membuat cukup banyak alasan untuk menghindarinya memakannya. MSG adalah zat excitotoxin, yang membuat sel-sel saraf terlalu bersemangat hingga menyebabkan kerusakan atau kematian.

Zat tersebut menyebabkan disfungsi dan kerusakan otak pada berbagai derajat, bahkan berpotensi memicu atau memperburuk ketidakmampuan belajar, penyakit Alzheimer, Parkinson, penyakit Lou Gehrig, dan masih banyak lainnya.

Sekitar 78 persen dari MSG adalah asam glutamat bebas. Asam glutamat bebas adalah neurotransmiter sama yang digunakan oleh otak, sistem saraf, mata, pankreas, dan organ lainnya untuk memulai proses tertentu di dalam tubuh. Belum lagi, fakta menyeramkan bahwa MSG digunakan untuk menggemukkan tikus dalam penelitian ilmiah. MSG adalah obesitas yang sempurna.