Waspada, Kelebihan Durasi Tidur Juga Bisa Ganggu Kesehatan

Padangkita.com – Agar tubuh tetap berfungsi dengan normal, seseorang harus menjaga pola tidurnya. Durasi tidurnya harus cukup, tidak boleh kurang.

Kalau durasi tidur kurang sejumlah masalah pada tubuh bisa saja terjadi. Salah satu penyebabnya berkurangnya durasi tidur adalah pola hidup. Untuk itu, anda perlu menjaga gaya hidup sehat sedini mungkin.

Durasi atau jam tidur yang cukup akan membantu metabolisme dalam tubuh bekerja dengan baik. Artinya, tidur yang cukup sangat penting bagi kesehatan seseorang. Seperti diketahui, waktu istirahat (tidur) yang dianggap ideal dan cukup adalah selama 7 jam sehari.

Lantas bagaimana dengan seseorang yang tidur lebih lama? Apalagi saat akhir pekan.

Sama halnya dengan mereka yang kekurangan durasi istirahat, orang-orang yang tidur melebihi durasi juga bisa berdampak pada kesehatan. Jika seseorang tidur lebih dari 9 jam perhari maka orang tersebut berpotensi terkena malasah pada kesehatan mereka.

Dilansir dari boldsky, tidur lebih dari 9 jam akan berpengaruh pada otak atau kerja daya ingat. Hal ini dibuktikan dengan studi yang dilakukan oleh para peneliti. Mereka menyatakan tidur lebih dari 9 jam dapat menyebabkan daya ingat menurun dan melemah.

Dampak dari penurunan dan melemahnya daya ingat ini adalah timbulnya Penyakit Alzheimer. Penyakit dapat dikatakan sebagai salah satu penyakit yang menakutkan di dunia.

Masalah kesehatan utama lain yang disebabkan oleh tidur terlalu lama adalah depresi. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan di berbagai kelompok umur dimana orang dewasa di kelompok usia 18-59 tahun menjadi patokan utama, ditemukan bahwa mereka yang tidur selama lebih dari 9 jam memiliki risiko lebih tinggi terkena depresi.

Tidur lebih dari 9 jam memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes, terutama diabetes tipe 2. Sebuah studi yang dilakukan terkait masalah ini menyimpulkan bahwa mereka yang tidur selama lebih dari 9 jam setiap hari, gagal untuk memproses kadar gula dan mereka cenderung untuk mengembangkan intoleransi glukosa.

Orang-orang yang tidur selama lebih dari 9 jam sehari lebih beresiko terkena penyakit jantung. Menurut sebuah studi, hal ini disebabkan karena aliran darah berkurang ke jantung ketika seseorang tidur terlalu lama.

Baca juga:
Jadikan Ronaldo Brand Ambassador, Ini Biaya yang Harus Dikeluarkan