Kurangi Resiko Jantung dan Stroke dengan Konsumsi 1 Telur Per Hari

Padangkita.com – Sebuah penelitian di Cina yang diterbitkan di Jurnal Heart, menemukan bahwa orang yang mengonsumsi satu buah telur sehari dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan dibandingkan dengan tidak makan telur, dilansir dari sciencedaily.com.

Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia, yang sebagian besarnya karena penyakit jantung iskemik atau jantung koroner dan stroke (termasuk stroke hemoragik dan iskemik).

Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia.

Selain itu, Survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%

Telur merupakan sumber utama kolesterol makanan. Namun, makanan ini juga mengandung protein berkualitas tinggi dan memiliki banyak vitamin serta komponen bioaktif seperti fosfolipid dan karotenoid.

Penelitian sebelumnya yang meneliti hubungan antara makan telur dan dampak pada kesehatan menunjukkan hasil yang tidak konsisten, dan kebanyakan dari riset tersebut menemukan hubungan yang tidak signifikan antara konsumsi telur dengan penyakit jantung koroner atau stroke.

Oleh karena itu, tim peneliti dari Cina dan Inggris yang dipimpin oleh Profesor Liming Li dan Dr Canqing Yu dari Sekolah Kesehatan Masyarakat, Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Peking, mencoba untuk mengkaji hubungan antara konsumsi telur dan penyakit kardiovaskular, major coronary events, penyakit jantung iskemik, stroke hemoragik dan stroke iskemik.

Mereka menggunakan data dari studi China Kadoorie Biobank (CKB), sebuah studi prospektif terhadap sekitar setengah juta orang dewasa (512,891) berusia 30 hingga 79 tahun dari 10 wilayah geografis yang berbeda di China.

Para peserta direkrut antara 2004-2008 dan ditanyai tentang frekuensi konsumsi telur mereka. Peneliti kemudian mendokumentasikan kesehatan peserta selama 8,9 tahun untuk menentukan morbiditas dan mortalitas.

Untuk studi baru, para peneliti berfokus pada 416.213 peserta yang sebelumnya bebas dari kanker, penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Pada awal periode penelitian, 13,1% peserta melaporkan bahwa konsumsi telur harian setelah dirata-ratakan adalah 0,76 telur per hari dan 9,1% melaporkan tidak pernah atau sangat jarang mengonsumsi telur dengan rata-rata jumlah 0,29 telur per hari.

Baca juga:
Seniman Muda Sumbar, Sumut, dan Jambi Gelar Pameran di Taman Budaya

Analisis hasil menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi telur, orang yang mengonsumsi telur setiap hari memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Secara khusus, konsumen telur harian (hingga satu telur per hari) memiliki 26% risiko lebih rendah terkena stroke hemoragik (terjadi ketika ada pendarahan di dalam atau sekitar otak). Risiko kematian akibat stroke hemoragik berkurang 28% dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular juga berkurang 18%.

Selain itu, ada penurunan sekitar 12% terhadap risiko penyakit jantung iskemik yang diamati pada orang yang mengonsumsi telur setiap hari (diperkirakan 5,32 telur per minggu), jika dibandingkan dengan kategori konsumsi ‘tidak pernah/jarang’ (2,03 butir per minggu).

Ini adalah penelitian observasional, sehingga tidak ada kesimpulan yang dapat ditarik tentang sebab dan akibat, tetapi penulis mengatakan bahwa penelitian mereka memiliki ukuran sampel yang besar dan memperhitungkan faktor risiko yang potensial terhadap penyakit kardiovaskular.

Para penulis menyimpulkan, penelitian ini menemukan adanya hubungan antara tingkat konsumsi telur sedang (hingga 1 telur per hari) dan tingkat penyakit jantung yang lebih rendah.

“Temuan kami menyumbangkan bukti ilmiah untuk pedoman diet yang berkaitan dengan konsumsi telur untuk orang dewasa Cina yang sehat,” tutupnya.