Coklat Hitam dapat Kurangi Stres dan Peradangan

Padangkita.com – Penelitian baru menemukan bahwa terdapat manfaat kesehatan terhadap tubuh manusia ketika mengkonsumsi coklat jenis tertentu.

Dua penelitian yang dipresentasikan pada 24 April 2018 di pertemuan tahunan Experimental Biology 2018 di San Diego menunjukkan bahwa mengkonsumsi cokelat hitam yang memiliki konsentrasi tinggi kakao (minimal 70 persen kakao, 30 persen tebu organik) memiliki efek positif pada tingkat stres, peradangan, suasana hati, memori dan kekebalan.

Meskipun sudah diketahui bahwa kakao adalah sumber utama flavonoid, ini adalah pertama kalinya efeknya dipelajari pada subyek manusia untuk menentukan bagaimana ia dapat mendukung kesehatan kognitif, endokrin dan kardiovaskular.

Lee S. Berk, DrPH dari Loma Linda University menjabat sebagai peneliti utama pada kedua studi tersebut. Dilansir dari sciencedaily.com, Berk menjelaskan bahwa ia dan tim telah melihat pengaruh coklat hitam (dark chocolate) selama bertahun-tahun terhadap fungsi-fungsi neurologis dari sudut padang kandungan gula. “Semakin banyak gula, semakin bahagia kita (diterjemahkan dari bahasa Inggris),” ujarnya.

Menurut Berk, ini adalah pertama kalinya mereka melihat dampak dari sejumlah besar kakao dalam dosis sekecil cokelat batangan berukuran biasa pada manusia dalam jangka pendek atau panjang. “Studi ini menunjukkan kepada kita bahwa semakin tinggi konsentrasi kakao, semakin positif dampaknya pada kognisi, memori, suasana hati, kekebalan dan efek menguntungkan lainnya, ” paparnya.

Flavonoid yang ditemukan dalam coklat adalah antioksidan yang sangat kuat dan agen anti-inflamasi, dengan mekanisme yang dikenal bermanfaat untuk kesehatan otak dan kardiovaskular. Berikut hasil yang disajikan selama pertemuan Eksperimental Biologi 2018:

Coklat hitam (70% kakao) Mempengaruhi Ekspresi Gen Manusia: Kakao Mengatur Respon Imun Selular, Sinyal Neural, dan Persepsi Sensorik.

  • Percobaan kelayakan ini meneliti dampak dari 70 persen konsumsi coklat kakao pada kekebalan manusia dan ekspresi gen sel dendritik, dengan fokus pada sitokin pro-dan anti-inflamasi.
  • Temuan penelitian menunjukkan konsumsi kakao menaikkan pengaturanbeberapa jalur sinyal intraseluler yang terlibat dalam aktivasi sel T, respon imun seluler dan gen yang terlibat dalam sinyal saraf dan persepsi sensorik–yang terakhir berpotensi terkait dengan fenomena hiperplastisitas otak.

Coklat hitam (70 persen Kakao organik) Meningkatkan Kepadatan Densitas EEG Daya Akut dan Kronis, Tanggapan Frekuensi Gamma (25-40Hz) untuk Kesehatan Otak: Peningkatan Neuroplastisitas, Sinkronisasi Saraf, Pengolahan Kognitif, Pembelajaran, Ingatan, Penarikan, dan Perhatian Meditasi

  • Penelitian ini menilai respon electroencephalography (EEG) untuk mengkonsumsi 48 g coklat hitam(70 persen kakao) setelah periode waktu akut (30 menit) dan setelah periode kronis (120 menit), pada modulasi frekuensi otak 0-40Hz, frekuensi gamma spesifik yang bermanfaat (25-40Hz).
  • Temuan menunjukkan bahwa superfooddari 70 persen kakao ini meningkatkan neuroplastisitas untuk manfaat perilaku dan kesehatan otak.
Baca juga:
Konsumi Buah Setelah Makan Sebabkan Masalah Pencernaan

Berk mengatakan bahwa penelitian memerlukan penyelidikan lebih lanjut, khususnya untuk menentukan signifikansi efek ini terhadap sel kekebalan dan otak pada populasi penelitian yang lebih besar.

Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk menguraikan mekanisme yang mungkin terlibat dalam hubungan sebab-akibat otak-perilaku dengan kakao pada konsentrasi tinggi ini.