Wanita Penghibur Jepang Ini Raup Rp600 Juta Per Bulan

Penulis: P Radila

Berita viral terbaru: Pengakuan Kurumi, wanita penghibur nomor satu di Jepang yang mendapat penghasilan hingga Rp 600 juta per bulan.

Padangkita.com – Di Jepang host (pria penghibur) menjadi salah satu pekerjaan yang cukup populer dilakukan. Namun di Tokyo, pekerjaan hostess (wanita penghibur) lebih banyak diminati.

Biasanya para wanita penghibur itu disewa untuk menemani pelanggan di sebuah kelab atau bar.

Sebuah kanal Youtube Asian Boss sempat membagikan tanyangan saat melakukan wawancara eksklusif dengan wanita penghibur nomor 1 di Jepang.

Wanita itu bernama Hoshino Kurumi berusia berusia 28 tahun. Dalam kesempatan itu, Kurumi berbagi cerita mengenai fakta pekerjaan yang dijalaninya.

“Namaku Kurumi. Aku adalah wanita penghibur (hostess) nomor 1 di Lalah, Roppongi, Tokyo. Tugasku sebagai wanita penghibur adalah membuat para pelanggan senang dan mendapatkan servis terbaik. Lalah mempekerjakan sekitar 80 gadis. Tapi tiap harinya ada sekitar 50 saja yang bekerja,” ungkap Kurumi dalam video di kanal Youtube Asian Boss.

Mulainya, Kurumi tak langsung bekerja sebagai wanita penghibur. Ia lebih dulu mencoba untuk menjadi staf di sebuah karaoke.

Tak hanya itu, ia juga pernah bekerja di agensi pernikahan di Kumamoto. Namun suatu hari, ia mendapat tawaran untuk melakukan interview dengan manajemen Lalah. Kebetulan kala itu kelab tersebut  sedang gencar mencari staf untuk menjadi hostess.

Usai melakukan interview Lalah, Kurumi dinyatakan lolos dan bisa bekerja hostess. Pekerjaan sebagai wanita penghibur pun akhirnya dijalani oleh Kurumi hingga saat ini.

Dalam wawancara dengan Asia Boss, Kurumi juga menbocorkan penghasilan harian hingga bulanan yang ia dapatkan setelah bekerja menjadi hostess. Ternyata wanita itu mendapat uang yang cukup banyak dari pekerjaan tersebut.

Baca juga: Heboh Seorang Wanita di Inggris Nikahi Pohon

“Kira-kira US$ 46k (Rp 680 juta) per bulan. Paling tinggi aku bisa menghasilkan US$ 74k (Rp 1 miliar) dalam satu bulan. Kalau harian minimal US$ 930 (Rp 13 juta),” ungkap Kurumi.