Usai Skidipapap Wanita Selingkuhan Kejang-kejang Pria Ini Malah Kabur

Penulis: W Widia

Berita viral terbaru: Pria berinisial KU diamankan polisi karena membiarkan selingkuhannya kejang-kejang di rumahnya hingga tewas.

Padangkita.com – Ketika seseorang sedang membutuhkan pertolongan, sebagai seorang yang memiliki jiwa sosial, seharusnya membantu orang tersebut. Namun berbeda dengan pria hidung belang yang satu ini.

Seorang pria berinisial KU (45) warga Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur ( NTT), kini telah diamankan polisi.

Diduga KU menelantarkan selingkuhannya setelah melakukan hubungan badan. Tak hanya itu. bahkan pelaku pergi membawa HP korban dan membuangnya ke laut untuk menghilangkan bukti.

Meskipun demikian, perbuatan bejat pelaku akhirnya terungkap. Pelaku pun dibawa ke kantor polisi dan dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah melakukan Penyelidikan dan Pemeriksaan terhadap saksi-saksi selama 14 (Empat belas) hari, Tim Gabungan berhasil mengungkap dan melakukan Penangkapan terhadap Pelaku berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: Sp-Kap/05/VIII/2020/Reskrim, tanggal 25 Agustus 2020 terhadap Pelaku.

“Pelaku diduga melakukan tindak pidana, membiarkan orang lain yang membutuhkan pertolongan sehingga mengakibatkan kematian, bertempat di rumah milik pelaku,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, saat kejadian itu korban diajak berhubungan badan oleh pelaku pada 11 Agustus 2020. Setelah itu, korban mengeluhkan lemas dan mengalami kejang-kejang.

“Pada saat yang bersamaan, korban mengalami kejang-kejang dan selanjutnya diam tak bergerak,” kata Kasat Reskrim Polres Ngada IPTU I Ketut Rai Artika melalui pesan singkat, Kamis (10/9/2020), dilansir dari Kompas.com.

Mengetahui korban membutuhkan pertolongan, pelaku bukannya segera menolong dan membawa ke rumah sakit. Tapi justru malah membiarkan korban tergeletak dan tak sadarkan diri, hingga korban tewas.

Baca juga: Cium dan Peluk Pasiennya, Psikiater Ini Akhirnya Diciduk

Mirisnya, setelah korban tewas, pakaian korban dirapikan oleh pelaku dan ponselnya dibawa kabur. Tiga hari setelah kejadian atau 14 Agustus 2020 barulah jenazah korban akhirnya ditemukan warga.