Puncak Mudik Lebaran, Harga Tiket Jakarta-Padang Tembus Rp4 Juta

Penulis: Abimayu P
Harga tiket Jakarta-Padang di situs pemesanan tiket online (Foto: padangkita.com)

Padangkita.com – Harga tiket pesawat penerbangan dari Jakarta ke Padang untuk puncak mudik lebaran tahun ini benar-benar di luar logika nalar.

Bayangkan, harga tiket pesawat yang normalnya Rp500.000 hingga Rp1 juta dari Jakarta, baik melalui Bandara Soekarno Hatta maupun Halim Perdanakusumah tujuan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kini melonjak hingga mendekati Rp4 juta.

Penelusuran Padangkita.com ke sejumlah situs penyedia tiket pesawat, Kamis (22/6/2017) dinihari menemukan, untuk penerbangan Jakarta – Padang pada H-3 lebaran atau Jumat (22/6/2017) dinihari sudah melambung sangat tinggi.

Baca Juga : Gubernur Komplain, Jelang Lebaran Harga Tiket Pesawat Naik Terus

Di tiket.com misalnya, harga tiket pesawat pada hari itu untuk Garuda Indonesia dijual Rp3.956.100 pada pukul 6.15 WIB dari Bandara Soetta.

Satu maskapai lainnya, Batik Air menjual tiketnya seharga Rp3.248.000. Sedangkan Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, dan Air Asia sudah habis.

Begitu juga pada H-2 lebaran atau Sabtu (23/6/2017), Garuda Indonesia menjual tiketnya seharga Rp3.391.800 dan Batik Air dijual Rp3.413.000.

Di situs pemenasan traveloka.com tidak ditersedia lagi tiket untuk keberangkatan Jakarta – Padang pada puncak arus mudik tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta maskapai penerbangan menetapkan harga yang wajar selama arus mudik dan balik lebaran kali ini.

Menurutnya harga tiket pesawat selalu melonjak tinggi saat jelang Ramadan dan lebaran beda tipis dari tarif batas atas yang ditetapkan oleh pemerintah.

Gubernur mencontohkan maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang selalu menggunakan tarif batas atas saat jelang Ramadan dan Lebaran.

“Garuda selalu menggunakan tarif batas atas untuk rute Jakarta – Padang dan sebaliknya,” katanya.

Irwan membandingkan harga tiket antara Padang – Jakarta dan pekanbaru – Jakarta. Menurutnya, harga tiket Garuda bisa selisih sampai separuh harga padahal jarak tempuhnya relatif sama.

Menurutnya hal ini sangat merugikan daerah dan juga masyarakat pengguna maskapai penerbangan. Irwan menjelaskan tarif tiket Garuda biasanya menjadi patokan bagi maskapai lain dalam menetapkan tarif.

“Hal ini merugikan daerah dan juga masyarakat. Masa iya, lama terbang dan jarak tempuh hampir sama. Tapi harga tiketnya bisa dua kali lipat, ini yang kita komplain,” katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, kata gubernur, telah melayangkan surat pada Garuda Indonesia sebanyak 3 kali, tetapi selalu diberikan jawaban normatif tentang tarif atas dan tarif bawah sesuai Permenhub No. 14 tahun 2016.

Menurut gubernur, hal ini merupakan akal-akalan Garuda Indonesia untuk meraup keuntungan yang besar saat lebaran. Sebab, Maskapai Garuda mengetahui orang Minang selalu pulang kampung tiap tahun.

 

 

Terpopuler

Add New Playlist