Yes Trans Mart, No Alfamart, Begini Alasan Padang

Pemerintah Kota Padang dan manajemen PT Trans Retail Indonesia menyepakati kerjasama pengembangan UMKM (Foto: humas pemko Padang)

Padangkita.com – Trans Mart sekarang menambah deretan pusat perbelanjaan di Kota Padang. Ritel modern ini berdiri di jalan Khatib Sulaiman, salah satu jalan protokol di ibukota Sumatera Barat tersebut.

Dalam peresmiannya kemarin, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah hadir, wujud Padang sangat antusias dengan kehadiran ritel milik pengusaha Chairul Tanjung ini.

“Trans Mart kan mendukung produk kita. Mereka juga berkomitmen pada hasil produk UMKM dan hasil pertanian kita, termasuk bisa juga masuk ke jaringan mereka,” terang Mahyeldi di Rumah Dinas Walikota Padang, beberapa hari jelang peresmian Trans Mart.

Jelas Mahyeldi mendukung Trans Mart berdiri karena ada komitmen untuk tumbuh kembang ekonomi Padang. Sehingga perputaran uang terjadi, dan ekonomi masyarakat tumbuh.

“Ada sekitar 80.000 UMKM di Padang,” ujar Mahyeldi.

Yes pada Trans Mart atau juga Minang Mart, no pada Alfamart dan Indomaret. Kontras dengan kota-kota lain di Indonesia, Padang menjadi kota yang terbebas dari biak ritel Alfamart dan Indomaret.

Dulu pernah ada Indomaret dalam wujud gerai di Bandara Internasional Minangkabau, tapi hanya sebentar, tidak terlihat lagi hari ini.

Sementara di Kota Padang, mini market bak jamur di musim hujan, pengecualian Alfamart dan Indomaret.

Bila dibandingkan dengan Pekanbaru, kota besar terdekat Padang, Alfamart dan Indomaret sangat menggurita, menyasar hingga ke komplek-komplek.

Mahyeldi mengaku sejauh ini belum pernah manajemen Alfamart maupun Indomaret berbicara dan mengajukan izin kepada pihaknya.

Secara tersirat, dia menolak Alfamart dan Indomaret hadir di Kota Padang karena dua hal yakni Alfamart dan Indomaret membawa barang dari luar dan perputaran uang yang tidak terpusat di tempat (daerah).

“Fakta di lapangan seperti itu,” tukasnya.

Menurut Mahyeldi, Alfamart dan Indomaret cenderung membawa barang sendiri untuk isi ritel. Artinya sudah ada agen tertentu yang mengisi secara terorganisir atau barang apa pun di semua gerai nyaris sama.

“Kalau orang investasi dengan membawa barang sendiri atau dari pusat, mau dibawa ke mana barang atau produk kita,” tandasnya.

Sementara untuk sisi finansial, Mahyeldi menilai, Alfamart dan Indomaret, hanya menarik uang dari kota (misal Padang– kalau berdiri), untuk dibawa ke pusat.

Baca juga:
Ingatkan Perbankan, Presiden Jokowi: Jangan Asyik Kumpulkan Dana Tapi Kreditnya Susah

“Saya tidak mau itu. Karena dengan seperti itu uang semakin sedikit di daerah, dan sama saja memiskinkan daerah,” bilangnya.

Bagi Mahyeldi, ritel apa pun bisa masuk ke Padang, asal berkomitmen pada produk lokal.

“Minimal 20 persen isi ritel adalah produk UMKM sebagaimana bunyi Peraturan Mendagri,” pungkas Mahyeldi.