Wow!!! Dahsyatnya Panah Beracun Suku Mentawai, Begini Efeknya

Masyarakat Suku Mentawai (Foto: Ist)

Padangkita.com – Masyarakat dari suku Mentawai memiliki tradisi yakni memanah untuk melindungi diri dari ancaman orang lain atau binantang buas. Namun pada perkembangannya memanah digunakan untuk berburu makanan.

Panah bagi masyarakat Mentawai dulunya adalah perisai atau pelindung diri. Dulunya, anak-anak panah yang akan digunakan tersebut dioles dengan racun. Racun itu langsung bisa membunuh target hanya dalam waktu lima menit.

Tokoh pemuda Mentawai, Esmat mengatakan bahwa panah dan berburu bagi masyarakat mentawai adalah identitas sosial.

“Hal ini merupakan identitas sosial bagi masyarakat Mentawai,” tulisnya dalam rilis yang diterima Padangkita.com, Jumat (14/07/2017).

Panah beracun Mentawai ini adalah sesuatu yang sangat sakral. untuk membuat panah tersebut harus memiliki syarat syarat tertentu. Bahkan tidak semua orang bisa membuat panah. Padahal bahan dasar pembuatan panah sangat mudah yakni pohon aren.

“Tidak semua orang bisa membuat panah, ada syarat yang harus dipenuhi,” tambahnya.

“Bagian pohon aren diolah sedemikian rupa, sesuai dengan pengetahuan adat yang didapatkan secara turun temurun, dan pengetahuan itu menjadi rahasia si pembuat,” sambung Esmat yang juga ahli menggunakan panah.

Racun dari panah itu lebih rahasia lagi. Racun yang dioleskan pada anak panah, diracik dari dedaunan yang ada di hutan. Jenis daun yang digunakan, hanya diketahui oleh orang orang tertentu saja.

“Racun panah sangat berbahaya, sedikit saja menempel pada tubuh manusia atau hewan buruan bisa berakibat kematian, hanya dalam hitungan menit,” jelas Esmat.

Saat ini panah beracun masih digunakan oleh masyarakat untuk berburu binatang di dalam hutan.

Untuk mengenalkan panah beracun ini kepada dunia, Mentawai akan menggelar Festival Panah Tradisional Mentawai.

Dalam iven ini, pengunjung akan diajarkan cara menggunakan panah, melihat langsung proses meracik racun serta melihat prosesi berburu. Tidak hanya itu dalam festival ini akan ditampilkan kesenian tradisional yang jarang ditampilkan selama ini, seperti tari turuk langgai.

“Festival ini digelar untuk memperkenalkan lebih dalam tentang budaya mentawai. Khusus tentang panah lebih kepada pemahaman panah dalam konteks budaya, sehingga tidak terjadi salah tafsir soal panah Mentawai,” Kata Esmat.

Pemerintah Kabupaten Mentawai akan menggelar Festival Panah Tradisional Mentawai pada 26-28 Juli 2017 mendatang. Acara ini akan digelar di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan.

Festival ini merupakan kegiatan pertama kalinyaa digelar dan rencananya panahan tradisional Mentawai akan masuk dalam salah satu cabang olahraga pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kabupaten Kepulauan Mentawai.