Valentine’s Day Dilarang, Ini Penjelasan MUI Kota Bukittinggi

Ketua MUI Kota Bukittinggi Aidil Alfin (Foto: Guspra Koto)

Padangkita.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi melarang perayaan Valentine’s Day atau hari kasih sayang setiap tanggal 14 Februari. Untuk itu, MUI Kota Bukittinggi mengimbau generasi muda kota Bukittinggi untuk tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ketua MUI Kota Bukittinggi Aidil Alfin mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi generasi muda khususnya pelajar agar tidak turut serta merayakan Valentine. Diantaranya melakukan kerjasama dengan Organisasi Dakwah dan menurunkan da’i serta pendakwah ke 30 sekolah tingkat SMP dan SMA se Kota Bukittinggi beberapa hari lalu.

“Kita jelaskan apa itu Hari Valentine dan kita sampaikan pula dalil yang melarang kegiatan tersebut. Selain itu, para pendakwah juga mengimbau para guru untuk berperan serta  mengawasi dan mengingatkan para siswa untuk tidak ikut serta merayakan hari kasih sayang itu,” jelasnya, Rabu (14/2/2018).

Menurut Aidil Alfin, hari Valentine dikalangan remaja dikenal sebagai momen untuk menujukkan kasih sayang pada seseorang (pacar). Misal, memberikan kado atau cokelat. Padahal ajaran ini tidak ada dalm islam dan seharusnya tidak mereka ikuti.

“Dalam agama islam makna hari kasih sayang itu bukan seperti apa yang mereka kenal, karena itu jelas saja bertentangan dengan ajaran agama, budaya, dan adat istiadat. Mereka yang merayakan dapat terjerumus ke dalam pergaulan yang diluar batas, berpacaran tanpa batas, ini menjadi tantangan yang seharusnya mereka lawan,” ulasnya.

Aidil Alfin menambahkan,hari Valentine seolah-olah menjadi hari zina internasional. Perayaan ini membuka pintu kemaksiatan, dan hal ini harusnya dihindari karena dapat merusak masa depan para generasi muda Minang.

Kasih sayang itu pun ada batasnya, Aidil Alfin mencontohkan, bagaimana kasih sayang antara orang tua dengan anak, suami pada isttrinya, anak dengan saudaranya, teman dengan teman, semuanya ini ada aturannya, bukan dilakukan secara berlebihan, hingga melanggar aturan.

Dirinya menegaskan peran orang tua sangat penting untuk mengingatkan anaknya agar tidak turut serta memeriahkan hari valentine. Menurutnya konsep berpacaran hanya akan memberikan jalan untuk mereka melakukan tindakan maksiat dan asusila.

“Dengan memberikan nasehat untuk mendalami ajaran agama islam, anak akan terhindar dari hal-hal yang tidak wajar,” pungkasnya.

(Guspra Koto)