Utang Indonesia Tembus Rp 4.339 Triliun di Akhir Triwulan Kedua

Rupiah baru emisi 2016 (Foto: Kitterypta)

Padangkita.com – Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan II 2017 tercatat USD335,3 miliar atau atau sekitar Rp 4.339 triliun (kurs Rp 13.300).

Jumlah ULN tersebut tumbuh 2,9 persen dari periode sama tahun lalu atau year on year (yoy) dan naik 2,92 persen dari kuartal sebelumnya yakni 6,8 persen. Namun jumlah ini melambat dibanding triwulan I 2017 yang sebesar 3,2% (yoy).

Bank Indonesia menganggap perkembangan ULN pada triwulan II 2017 tetap sehat dan terkendali. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang pada akhir triwulan II 2017 tercatat stabil di kisaran 34,2% dan bahkan menurun jika dibandingkan dengan triwulan II 2016 yang sebesar 37,2%.

‎”Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada triwulan II 2017 tetap sehat dan terkendali,” tulis keterangan resmi Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Rasio tersebut juga masih lebih baik dibandingkan dengan negara peers, seperti Malaysia dan Turki. Bank Indonesia tetap terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.

Berdasarkan kelompok peminjam, pertumbuhan ULN tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik yang melambat dan berlanjutnya kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta.

Pada akhir triwulan II 2017, ULN sektor publik tercatat sebesar USD170,3 miliar (50,8% dari total ULN) atau tumbuh 7,3% (yoy), melambat dari 10,0% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Sementara itu, ULN sektor swasta tercatat sebesar USD165,0 miliar (49,2% dari total ULN), atau turun -1,4% (yoy).

Berdasarkan jangka waktu, posisi ULN Indonesia pada triwulan II 2017 tetap didominasi oleh ULN jangka panjang. Posisi ULN jangka panjang pada akhir triwulan II 2017 tercatat sebesar USD290,0 miliar (86,5% dari total ULN), sedangkan posisi ULN jangka pendek tercatat USD45,3 miliar (13,5% dari total ULN).

Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan II 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih (LGA).

Baca juga:
Pemko Padang Dukung Program Google Gapura Digital

Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6%. Pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA meningkat dibandingkan dengan triwulan I 2017, sedangkan ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan.