Unand Terapkan Remunerasi Mulai Tahun Ini

Gerbang kampus Universitas Andalas di Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. (Foto: Averroez)

Padangkita.com – Mulai tahun ini, Universitas Andalas (Unand) akan menerapkan sistem remunerasi guna meningkatkan kinerja dan produktivitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

“Sistem remunerasi ini merupakan suatu sistem kompensasi yang mengintegrasikan pemberian imbalan kerja meliputi gaji, tunjangan, insentif, bonus insentif dan lainya,” ujar Wakil Rektor II Unand Syafrizal Sy dikutip dari laman unand.ac.id, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, penerapan sistem remunerasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan Produktivitas tenaga pendidik dan tenaga Kependidikan Universitas Andalas.

Ia akan menerapkan dan menjalankan remunerasi ini dengan seadil-adilnya sesuai dengan yang diharapkan dan diingikan oleh Kemenkeu RI.

“Remunerasi ini merupakan suatu insentif yang berbasis pada kinerja dan disesuaikan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Universitas berdasarkan tingkat tanggung jawab dan tuntutan profesionalisme,” jelasnya.

Diakuinya meskipun PNBP Universitas Andalas tidak terlalu besar kalau dibandingkan dengan universitas lain seperti IPB atau Brawijaya yang sudah lebih dulu menerapkan system remunerasi ini.

“Kalau universitas lain sudah mempunyai pendapatan lain disamping dari SPP atau UKT mahasiswa seperti dari Rumah Sakit Universitas, Guest House, Hotel, Supermarket bahkan IPB punya Botani Squere yang dibuka beberapa cabang kabupaten dan kota di Indonesia” ujarnya.

Untuk itu dalam waktu dekat ia akan membentuk Badan Pengelola Usaha (BPU) untuk meningkatkan pemasukan-pemasukan ke universitas yang dikelola secara professional seperti pengelolaan Asrama, Percetakan, Mess dan segala macamnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan karena prinsip Badan Layanan Umum (BLU) mencari income atau pemasukan yang sebesar-besarnya universitas memiliki otoritas dan mengelolah sendiri asalkan pelaporannya dilaporkan ke Kemenkeu RI.

Dalam kondisi seperti ini ada beberapa fakultas yang punya income atau pendapatan yang biasa-biasa saja dan ada juga yang bersyukur karena yang biasa tidak mendapatkan insentif yang lain itu didapatkan.

Dikatakannya Insentif ini berbeda dengan gaji, sebab insentif ini bisa hilang timbul, bisa naik bisa turun bahkan bisa tidak ada sama sekali.

“Maka dari pada itu dari tim rubrik menyusun suatu aturan dimana semua kegiatan akan di converse kedalam poin nanti jumlah poin itulah yang akan menjadi insentif remunerasi,” paparnya.

Baca juga:
Anies Baswedan: Sumbar Gudangnya Pahlawan dan Ulama di Indonesia