Tren Konsumsi BBK di Sumatera Barat Meningkat Selama Musim Lebaran

Truk angkut minyak pertamina (Foto: pertamina)

Padangkita.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I Sumbagut mencatat peningkatan tren konsumsi Bahan Bakar Khusus (BBK) di Sumatra Barat pada periode satgas Idul Fitri 1438 H.

Sejak Satgas hingga H+5, Pertamina mencatat konsumsi bahan bakar jenis Pertamax naik 39 persen dari normal 144 kiloliter perhari menjadi 201 kiloliter (kl) perhari. Lonjakan konsumsi Pertamax terjadi pada H-1 tgl 24 Juni menjadi 331 kiloliter atau naik 129 %.

Bahan Bakar jenis Pertalite di Sumatra Barat juga mengalami peningkatan tertinggi pada H-1 Lebaran dengan peningkatan dari angka penyaluran harian normal sebesar 899 kiloliter perhari menjadi 1.630 kiloliter atau naik 81 persen.

Selama satgas tanggal 10 juni hingga kini, penyaluran Pertalite di Sumatera Barat naik rata rata 32 persen atau menjadi 1.185 kiloliter per hari dari normal 899 kiloliter.

Area Manager Communication & Relation Pertamina Sumbagut, Fitri Erika, menyampaikan bahwa peningkatan konsumsi bahan bakar di Sumbar telah diprediksi dan menjadi wilayah kedua terbesar peningkatan setelah Jawa Tengah.

“Lonjakan konsumsi di Sumatera Barat didominasi oleh permintaan konsumen di daerah jalur mudik dan lokasi wisata seperti di kota Padang, Pesisir Selatan, Payakumbuh, Padang Panjang”, ujar Fitri, Minggu (2/7/2017).

Fitri menambahkan, sebaliknya, tren Solar dan Premium pada masa satgas Idul Fitri 1438 H menurun.

BBM jenis Solar selama satgas hingga kini mengalami penurunan sekitar 16% dari 1.065 kl perhari menjadi 897 kl perhari.

Selain itu untuk produk Premium, walaupun Pertamina telah melakukan penambahan pasokan Premium tetapi respons konsumen justru turun. Hal ini terlihat dari data penurunan konsumsi Premium di Sumatera Barat yang mengalami penurunan hingga 11 persen dari angka penyaluran normal.

Konsumsi Premium justru turun konsumsinya jika dihitung rata rata normalnya.

Dikatakan Erika, ada beberapa kabupaten dan kota yang naik konsumsi premium antara lain Kabupaten Mentawai dengan konsumsi normal 17 kl perhari naik 21 persen menjadi 21 kl perhari.

Lalu, Kota Padang Panjang normal 11 kl perhari naik 18 persen menjadi 13 kl perhari. Selanjutnya, sambung Erika, Tanah Datar dari normal 45 kl perhari naik 9 persen menjadi 49 kl perhari.

Baca juga:
Presiden Ajukan Perry Warjiyo Jadi Calon Tunggal Gubernur BI