Tes CPNS Formasi Khusus Gunakan Sistem Rangking

Aparatus Sipil Negara (ASN). Dok: Setkab.go.id

Padangkita.com – Selain jalur umum, tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kali ini juga menerima pelamar dari formasi khusus. Pada tahun lalu, penerimaan formasi khusus menggunakan sistem pe-ranking-an, kali ini jumlah akumulasi dan nilai Tes Intelegensia Umum (TIU) ada batas minimalnya.

Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SDM PANRB) Setiawan Wangsaatmadja mengatakan untuk pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85.

Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70. Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Untuk eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60.

“Untuk peserta seleksi dari olahragawan berprestasi internasional, nilai terendah merupakan nilai ambang batas hasil SKD,” imbuh Setiawan dikutip dari setkab, Senin (10/09/2018).

Ditambahkan, Permen PANRB No. 37/2018 ini juga mengatur adanya pengecualian untuk beberapa jabatan. Untuk dokter spesialis dan instruktur penerbang, nilai kumulatif minimal 298, dengan nilai TIU sesuai passing grade.

Sedangkan untuk jabatan juru ukur, rescuer, ABK, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pawang hewan, dan penjaga tahanan, akumulasi nilainya paling sedikit 260 dengan nilai TIU minimal 70.

Baca juga:
Ini Bocoran Soal dan Penilaian Tes CPNS 2018