Tertibkan Lapak Liar, Satpol PP Kota Padang Diadang Pakai Senjata Tajam

Padangkita.com – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang diadang oleh orang tidak dikenal saat menertibkan sejumlah lapak kaki lima yang diduga melanggar peraturan daerah (perda).

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Yadrison menyatakan pengadang menggunakan senjata tajam saat mencoba menghentikan aksi penertiban yang dilakukan oleh anggotanya, Senin (27/08/2018).

“Kita tidak tahu, yang jelas dia datang dan mendekati Kasi Operasi kita Syafnion, yang sedang bertugas dalam penegakkan Perda, dia berteriak-teriak kepada petugas untuk tidak membongkar tenda buah tersebut, sengaja kita tidak menghiraukan teriakannya, kita tetap fokus dalam menegakkan aturan, tak lama kemudian, orang tersebut mengeluarkan sebilah “Ladiang”, “katanya dikutip dari humas satpol PP, Selasa (28/08/2018).

Meski demikian, menurutnya tidak ada satupun personil Satpol PP yang terluka. Sebelum dilakukan penertiban tersebut, petugasnya sudah melakukan tindakkan secara persuasif terhadap pelanggar perda dan sudah memberikan surat perintah bongkar sendiri dalam waktu 1×24 jam.

“Padang tanggal 20 Agustus 2018 kemaren kita sudah berikan surat perintah bongkar 1×24 jam kepada pelanggar perda, namun mereka tidak mengindahkan surat tersebut, demi tegaknya aturan, terpaksa kita bongkar sendiri dan kita bantu untuk memindahkan barang
dagangannya,” tambahnya.

Penertiban terhadap pelanggar Perda tersebut dilakukan di dua titik lokasi yang berbeda, yakni gang Padang Pasir jalan A. yani dan gang Kampung Jawa Dalam, Permindo, Kecamatan Padang Barat.

Dalam penertiban tersebut, petugas membawa kayu dan atap bekas bangunan semi permanen tersebut ke Mako Satpol PP, Jalan Tan Malaka Padang.

Yadrison menghimbau kepada semua masyarakat Kota Padang agar lebih bijak lagi dalam memilih tempat untuk berjualan.

“Kita tidak melarang untuk berjualan, namun Jangan sampai mendirikan bangunannya diatas Fasum atau Fasos karena di lokasi tersebut jelas melanggar Perda, semoga kita kedepannya lebih bijak lagi dalam memilih tempat untuk berjualan agar tidak terjadi bentrok dengan petugas Penegak Perda,” tegas Yadrison.

Baca juga:
Bangun Padang, Mahyeldi Ajak Perantau Investasi di Kampung Halaman