Tertarik Kuliah di Belanda? Ini Beasiswa yang Bisa Dicoba

Inty Dienasari saat menyampaikan materi tentang info beasiswa dan studi di Belanda. (Foto: Fitri Aziza)

Padangkita.com – Pemerintah Belanda membuka kesempatan beasiswa bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke Belanda. Salah satu program beasiswa yang ditawarkan adalah Stuned (Studeren in Netherland). Beasiswa ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dengan Belanda.

Hal tersebut disampaikan oleh Inty Dienasari, Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Nesso Indonesia pada acara sosialisasi informasi studi dan beasiswa di Belanda di Hotel Grand Zuri, Jumat (12/8/2017). Nuffic Nesso merupakan organisasi non profit yang didanai oleh pemerintah Belanda dan ditunjuk resmi menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan.

Inty mengatakan bahwa ada dua program yang ditawarkan oleh Stuned. Program tersebut, yaitu program Master (1-2 tahun) dan Short Course (2-12 minggu). Pendaftaran Short Course saat ini sedang dibuka hingga 6 Januari 2018, untuk program studi dengan intake antara April-Desember 2018. Sementara, pendaftaran untuk program Master masih belum dibuka, namun batas akhir pendaftaran adalah 3 Maret 2018. “Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada website http://www.nesoindonesia.or.id atau media sosial Nuffic Nesso Indonesia,”  katanya.

Di dalam website tersebut, juga tersedia layanan Grantfinder, yaitu mesin pencari beasiswa. Dengan Grantfinder, parapemburu beasiswa bisa mencari beasiswa berdasarkan jenjang studi, bidang studi yang diminati, serta tujuan studi.

Ada banyak progam sudi yang dapat dipilih oleh mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi untuk program master. “Ada 39 universitas ilmu terapan dan 14 universitas riset dengan lebih dari 2.100 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris di Belanda,” paparnya.

Dalam memilih program study, Inty menyarankan untuk membuka https://www.studyfinder.nl/. Website ini berisi gambaran informasi yang ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi Belanda. Lewat Studyfinder, masyarakat bisa mencari tahu program studi yang diminati ada apa saja dan ditawarkan di universitas mana saja, apa saja persyaratannya, kapan batas akhir pendaftaran dan kapan kuliahnya dimulai, berapa biaya studinya, tautan ke website universitas serta e-mail yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi lebih rinci.

Selain itu, persyaratan utama agar bisa mengajukan beasiswa Stuned menurut Inty adalah pelamar sudah memiliki unconditional letter of admission (LoA) dari salah satu insitusi pendidikan tinggi di Belanda. Artinya, pengusul beasiswa sudah diterima di perguruan tinggi di Belanda tanpa syarat apapun dari institusi tersebut. “Ini untuk menghindari dana yang tidak jadi terpakai akibat awardee gagal diterima di universitas sehingga dana tersebut baru bisa digunakan pada penerimaan selanjutnya,” jelasnya.

Syarat lainnya, yaitu pengusul beasiswa adalah warga negara Indonesia lulusan S-1/D-4 dengan IPK minimal 3,00 untuk program master, dan 2,75 untuk program short course. Kemudian, nilai IELTS minimal 6 atau TOEFL IBT 80 untuk master dan ILETS minimal 5,5 atau TOEFL IBT 68 untuk short course.

Inty menambahkan bahwa beasiswa ini tidak memiliki batas umur. Jadi, siapapun yang memenuhi persyaratan di atas dapat mengajukan beasiswa tanpa mempertimbangkan usia. Stuned juga tidak membatasi jumlah program master yang ingin diambil. “Tidak ada batasan jumlah mengambil master. Walaupun sudah mengambil master, tapi ingin mengambil master lagi, hal itu diperbolehkan,” imbuhnya.

Terkait pembiayaan yang penuhi oleh Stuned, Inty mengatakan bahwa beasiswa ini menanggung penuh biaya selama studi di Belanda. Biaya yang ditanggung berupa biaya kuliah hingga maksimal EUR 20 ribu pertahun, biaya hidup perbulan, biaya perjalanan internasional dan lokal, serta biaya hidup lain yang diperlukan untuk mendukung studi.

Beasiswa Stuned memiliki bidang-bidang prioritas. Bidang tersebut antara lain Keamanan dan Penegakan Hukum (Security and Rule of Law); Agro Pangan dan Hortikultura (Agro-food and Holticulture); Transportasi, (Agro) logistik dan Infrastruktur (Transport, (Agro) logistics and Infrastructure); serta Perdagangan Internasional, Keuangan, dan Ekonomi (Iternational Trade, Finance, and Economics).

“Walaupun ada bidang prioritas, tidak menutup kemungkinan untuk bidang lain. Tapi, harus jelas rencana ke depan setelah menyelesaikan studi, ” ujarnya.

Inty memaparkan bahwa hingga saat ini sudah ada 3900 lebih penerima beasiswa Stuned. Jumlah penerima beasiswa Stuned dari Sumatera Barat hanya 47 orang. Paling banyak pada 2009, yakni 13 orang. Sayangnya, pada 2016 dan 2017 tidak ada penerima beasiswa Stuned asal Sumbar. “Mudah-mudahan ke depannya ada yang berasal dari Sumbar,” harapnya.

Selain beasiswa Stuned, ada beberapa beasiswa lain dari pemerintah Belanda yang dapat coba. Beasiswa tersebut di antaranya Orange Tulip Scholarship (Beasiswa dari institusi pendidikan tinggi di Belanda) dan Holland Scholarship (Beasiswa dari kementerian Pendidikan, Budaya, dan Ilmu Pengetahuan Belanda senilai 5.000 euro yang diberikan pada tahun pertama studi). Deadline umum untuk penerimaan berkas pendaftaran Orange Tulip Scholarship Indonesia 2018-2019 adalah 1 April 2018.

Selanjutnya, beasiswa dari pemerintah Indonesia, di antaranya beasiswa LPDP, MORA Scholarship dari Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) Kemenristekdikti-LPDP. Kemudian, beasiswa dari Uni Eropa, yakni Erasmus Mundus/Erasmus +. Program diberikan oleh konsorsium pendidikan tinggi dengan periode studi/riset di minimal dua negara Eropa.