Terapkan ‘Parkir Bus’, Persib Curi Poin di Padang

Pemain Semen Padang FC, Riko Simanjuntak (merah). (Foto: Semenpadangfc.co.id)

Padangkita.com – Persib Bandung selalu dihantui kekalahan kala bertandang ke Padang. Sebagai pelatih, Djajang Nurjaman ingin memupus hantu tersebut, bagaimana pun caranya.

Alhasil, rekor buruk berupa kekalahan bisa dipatahkan, meski hanya dengan membawa satu poin dari Padang.

Laga pekan keenam Liga 1 GoJekTraveloka di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sabtu (13/5) malam, tim Maung Bandung berhasil menahan tuan rumah Semen Padang FC dengan skor kaca mata alias 0-0.

Djajang menilai kunci menahan Semen Padang adalah organisasi permainan yang berjalan dan disiplin pemain sepanjang 2×45 menit.

Strategi yang berjalan yakni cukup disiplin, ampuh menahan gempuran anak-anak Kabau Sirah.

Kiper M. Natshir tidak terlalu berjibaku menyelamatkan gawangnya karena toh serangan dari pemain Semen Padang sering berhenti di area pertahanan Persib yang begitu berlapis.

Djajang menyebut disiplin adalah bagian strategi, dan lebih bertahan di babak kedua.

Meraih poin kali, sebut Djajang, diinstruksikan pada pemain untuk lebih fokus, disiplin, dan itu berhasil.

“Kunci pada pertandingan kali ini, organisasi dan kedisiplinan berjalan,” tandasnya.

Djajang mengakui mendapat satu poin di pekan keenam ini patut disyukuri.

“Sangat sulit mendapat poin di Padang, apalagi main sebelumnya selalu zero, tidak dapat poin,” ujarnya.

Dia menilai, kedua tim bermain penuh disiplin, sehingga bola lebih banyak bergulir, lemah dalam peluang.

Pihak lain, pelatih Semen Padang Nil Maizar tidak mengira Persib terutama di babak kedua menerapkan strategi ‘parkir bus’ yakni menumpuk pemain sebanyak mungkin di area pertahanan.

Menurutnya, Persib hanya ingin mendapatkan satu poin, sehingga bermain bertahan di babak kedua.

“Saya tidak nyangka Persib bermain parkir bus,” ujarnya.

Nil mengakui hasil tidak sesuai dengan keinginan.

Tapi, katanya, perjuangan anak-anak menguasai perminan sangat luar biasa dan patut diapresiasi.

“Takdir saja tidak mencetak gol,” tukasnya.
Sementara gelandang Riko Simanjuntak mengakui, sangat menikmati permainan. Hanya saja tidak berhasil memaksimalkan peluang.

“Mereka menumpuk di daerah pertahanan, sehingga menyulitkan mencetak gol,” pungkasnya.

Bermain di depan publik sendiri, Semen Padang tampil lebih dominan.

Baca juga:
Final di Kyiv, Berikut Jadwal Lengkap Liga Champions 2017-2018

Babak I, secara umum laga berjalan kurang menggigit. Beberapa peluang yang tercipta, tidak ada satu pun yang membuat publik di Stadion H. Agus Salim, berdebar.

Beberapa peluang yang ada, sebutlah dari kaki Kevin Ivander menit 12. Pemain U-23 ini, tidak berhasil memaksimalkan umpan silang Rudi, karena tendangan terlalu lemah.

Padahal posisinya bebas dalam kotak penalti.

Selain Kevin, tim berjuluk Kabau Sirah juga meraih sejumlah peluang seperti dari kaki Riko Simanjuntak dan Adi Nugroho.

Sementara penyerang Marcel Sacramento sama sekali tidak tercatat melakukan tendangan mengarah ke gawang.

Sebaliknya tim Maung Bandung, peluang didapat melalui Henhen Herdiana dan Achmad Jufrianto.

Penyerang yang diturunkan Shohei Matsunaga juga tidak menciptakan peluang gol.

Dalam pertandingan kali ini Nilmaizar masih mengandalkan Marcel Sacramento sebagai juru gedor tim Kabau Sirah. Namun kali ini Marcel berduet dengan Riko Simanjuntak.

Nilmaizar memainkan Zokora dan Rudi untuk memperkuat lini tengah dan untuk mengirim bola dan umpan ke depan.

Usai turun minum, Nil memasukkan Vendry Modu dan Irsyad Maulana menggantikan Kevin dan Adi Nugroho. Masuknya kedua pemain menambah daya gedor Semen Padang. Aliran serangan lebih pasti.

Sebaliknya Persib memasukkan Michael Essien dan Raphael Maitimo, Tony Sucipto dan Kim Kurniawan, juga mampu menebar ancaman bagi Semen Padang.

Menit 54, Marcel hampir saja memecah kebuntuan, andai tendangannya tidak ditepis oleh M. Natshir.

Setelah upaya Marcel gagal, dua menit berselang, Mofu mendapatkan kesempatan yang nyaris semourna di dalam kota penalti Persib.

Sayang sontekannya terlalu lemah dan dengan gambang diamankan Natshir.

Di pengujung pertandingan, Mofu melahirkan dua peluang yang nyaris saja berbuah gol. Begitu pun dengan peluang Rudi di depan kiper Natshir.

Pada akhirnya, laga berkesudahan kaca mata.