Teater Salembayung Pentaskan Situs Tubuh di KABA Festival

Salah satu pementasan Teater Salembayung. (Foto:Ist)

Padangkita.com – Situs selama ini dimaknai sebagai benda peninggalan yang mengandung muatan sejarah masa lampau. Benda-benda purbakala yang pada umumnya berupa batu atau peninggalan-peninggalan purbakala lainnya.

Namun Bagi Teater Salembayung, situs tidak sebatas itu. Tubuh manusia yang hidup, bergerak dan berkembang,  juga merupakan situs yang paling panjang sejarahnya.

Pemaknaan inilah kemudian diolah oleh Fedli Aziz menjadi karya teater berjudul Situs. Karya ini akan ditampilkan Teater Salembayung di KABA Festival 4, Agustus 2017.

Teater Salembayung merupakan teater independen yang berasal dari Pekanbaru, Riau. Setelah melepaskan diri dari status teater kampus pada 2010, Salembayung rajin memproduksi karya-karya yang mereka tulis sendiri.

Di KABA Festival 4, Teater Salembayung akan menggunakan benda-benda purbakala sebagai piranti pertunjukannya.

“Hal ini kami gunakan untuk mendekatkan kami dengan penonton. Kami tidak ingin berjarak dengan penonton,” ujar Fedli Aziz dalam rilis KABA Festival yang diterima Padangkita.com.

Fedli menambahkan, pentas Situs diharapkan bisa menyentuh jiwa sebagai situs yang paling murni dan paling suci. Menurutnya jiwa selama ini kerap diabaikan, padahal ia menyimpan ratusan bahkan ribuan tahun sejarah.

“Piranti dari jiwa itu sendiri adalah tubuh manusia itu sendiri,” sambung Fedli.

Sebagai medium untuk melihat jiwa, di pertunjukan Teater Salembayung nanti, penonton akan disajikan olah tubuh ala Teater Salembayung, guna menggali dan menemukan situs paling dalam dari tubuh itu sendiri.

“Situs” dari Teater Salembayung ditampilkan pada hari ketiga KABA Festival, 4 Agustus 2017 di Taman Budaya Sumatera Barat. Menarik disimak, bagaimana Salembayung menemukan transformasi tubuh sebagai tradisi.

BAGIKAN