Takut Tidak Dapat Adipura, Dua Wartawan Dilarang Mengambil Foto TPA

Ilustrasi sampah. (Foto: Pixabay.com)

Padangkita.com – Dua wartawan dari Harian Haluan dan Harian Singgalang mengaku dihalang-halangi petugas saat hendak mengambil foto di TPA Air Dingin Padang, Senin (26/02/2018) tengah hari. Mereka dilarang mengambil foto karena dikhawatirkan akan mengurangi penilaian Kota Padang dalam mendapatkan penghargaan Adipura.

Wartawan Singgalang Ghivo menuturkan, pada pukul 11.30 dirinya bersama wartawan Haluan Irham berencana mengambil foto tentang pengolahan sampah dan pemasukan di TPA. Namun, saat hendak memarkirkan kendaraan untuk masuk ke dalam, mereka dipanggil oleh seorang petugas perempuan di UPT TPA Air Dingin. Petugas itu menanyakan maksud mereka mendatangi TPA.

“Kalau mau masuk ke dalam, minta izin dulu. Ini wartawan kalau masuk ke dalam seenak hati saja, tanpa minta izin,” ujar Ghivo menirukan ucapan petugas kepada Padangkita.com, Rabu (28/02/2018).

Mereka pun kemudian disuruh untuk menghadap kepada Kepala UPT. Kepala UPT kemudian meminta mereka untuk meminta izin kepada Kadis DLH terlebih dahulu.

“Saat dihubungi, Kadis DLH melarang kami mengambil foto karena khawatir mengurangi penilaian Adipura. Kondisi TPA masih belum memungkinkan untuk diekspos,” kata Ghivo.

Wartawan Haluan Irham membenarkan apa yang disampaikan rekannya itu. Dia dan Ghivo memang dihalangi untuk mengambil foto ke dalam lingkungan TPA oleh petugas.

“Karena dilarang, akhirnya kami pergi. Namun, karena tidak ingin pulang dengan tangan kosong, saya tetap mengambil gambar dari luar,” ujar Irham.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Al Amin membantah dirinya melarang-larang wartawan untuk mengambil foto TPA Air Dingin. Menurut Al Amin, dirinya meminta secara baik-baik, bahkan sampai memohon kepada wartawan agar menunda mengambil foto di TPA tersebut karena sedang diperbaiki.

“Tidak ada saya melarang secara tegas. Malah saya mambana-bana (memohon-mohon) ke mereka agar tidak foto. Kata mereka, ‘Iya iya,’ tetapi ternyata keluar juga di koran dan media online. Kalau tidak bisa saya mambana, bagaimana lagi,” kata Al Amin kepada Padangkita.com, Rabu (28/02/2018).

Al Amin menjelaskan, alasan dirinya memohon wartawan agar tidak mengekspos TPA murni karena alasan kemanusiaan. Ia khawatir, terbitnya foto TPA yang sedang centang perenang karena hujan akan membuat asumsi masyarakat jelek terhadap petugas sampah yang dianggap tidak bekerja dengan baik.

Baca juga:
Malam Tahun Baru Cuaca di Sumbar Diprediksi Cerah Berawan

“Padahal mereka sudah susah payah bekerja kotor-kotor untuk membenahi TPA, tapi malah mendapat penilaian negatif,” sambungnya.

Al Amin pun menganggap apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang wajar sebagai Kadis DLH. Kepala dinas tentunya ingin yang terbaik untuk Kota Padang. Selain karena alasan kemanusian, ia juga khawatir pengeksposan terhadap TPA akan mengurangi penilaian penghargaan Adipura untuk Kota Padang.

“Sekali lagi saya sampaikan, saya tidak ada saya melarang. Saya mambana-bana kepada mereka, tetapi akhirnya keluar juga dan apa yang disampaikan tidak sesuai dengan yang saya maksudkan. Saya tidak terlalu paham aturan jurnalistik, tetapi apakah benar tidak boleh narasumber memohon kepada jurnalis?” katanya.