Sukses Bisnis dengan Modal Kecil, Ini yang Dilakukan Christine Hakim

Wakil Pemimpin Wilayah BRI Padang dan Kepala Kadin Sumbar bercengkerama bersama para pembicara dan moderator. (Foto: J Sastra)

Padangkita.com – Pelaku usaha Christine Hakim mengatakan untuk memulai suatu usaha tidak butuh modal yang besar. Dia membantah anggapan banyak orang yang mengatakan modal besar sebagai jaminan usaha bisa berjalan sukses.

“Bagi yang ingin memulai usaha, jangan ragu bila punya modal yang kecil. Yang penting ada kesungguhan dan ketekunan dalam menjalaninya,” kata Christine, Selasa (14/11/2017).

Dia kemudian menceritakan bagaimana perjalanannya memulai usaha keripik balado dengan modal yang kecil pada tahun 1990-an. Cara penjualan pun dilakukan dengan mengedarkan produknya dari warung ke warung. Untuk mengembangkan usaha, Christine pun selalu menyisihkan 70 persen laba yang didapat. Jadi tidak semua laba diambil untuk kebutuhan hidup.

Sekarang usaha kecil yang dulu ditekuni Christine sudah menjadi besar. Total ada sekitar 150 UKM yang dibinanya dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Seorang pengusaha, kata Christine, harus punya rasa percaya diri, kreatif, dan mampu menangkap peluang. Selain itu, pengusaha juga tidak perlu takut bersaing dengan kompetitor dan terus melakukan promosi.

“Persaingan yang sehat akan membuat usaha semakin maju,” ujarnya.

Christine melanjutkan, dirinya banyak mendengar keluhan para pengusaha baru yang kesulitan dalam mengajukan peminjaman modal ke bank. Kesulitan itu bisa dimaklumi karena pihak bank tentu tidak mau  mengambil resiko memberikan modal kepada usaha yang belum jelas. Menurut dia, jika usaha yang digeluti sudah berkembang dan punya peluang yang bagus, bank pun akan dengan mudah memberikan pinjaman modal.

Hal senada juga diungkapkan Pemimpin Cabang BRI Cabang Batusangkar Hajar Sasongko. Agar UMKM mudah mendapatkan pinjaman KUR, usahanya harus berjalan, aliran kasnya tidak macet, transparan, dan punya rekam jejak yang baik dalam melakukan peminjaman di bank.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Bank Rakyat Indonesia Kanwil Padang Darnawi menilai Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Sumatera Barat punya potensi untuk berkembang. Sayangnya, UMKM di Ranah Minang masih terkendala dengan beberapa permasalahan, salah satunya kemasan produk.

Menurut Darnawi, kemasan produk lokal masih kurang layak untuk dijual. Makanan misalnya, dari segin bahan dan rasanya dinilai sudah bagus, cuma pengemasannya masih perlu diperbaiki.

Di samping itu, UMKM juga masih terkendala dengan modal, penjualan, dan daya saing. Terkait penjualan, Darnawi mengatakan pelaku usaha masih mengandalkan cara manual. Padahal sekarang perkembangan teknologi semakin maju dan butuh cara-cara yang lebih kreatif. Begitu pula dengan daya saing produk yang masih kalah dari produk negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

“Meski demikian, produk lokal UMKM kita sudah menguasai untuk Sumatera Barat,” ujar Darnawi kepada awak media, Selasa (14/11/2017).

BAGIKAN