Stok Beras Kota Bukittinggi Sekitarnya Aman dalam 3 Bula Kedepan

Gudang Bulog (Foto: dok padangkita)

Padangkita.com – Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) Bukittinggi, yang membawahi tujuh Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat bagian utara, telah menyediakan beras sebanyak 3.000 ton untuk tiga bulan penyaluran.

Kepala Bulog Sub Divre Bukittinggi, Sultani, Minggu (11/3/2018) mengatakan, 3.000 ton beras medium itu disediakan untuk 3 bulan, yang terhitung dari bulan Maret, April dan Mei.

“Beras kualitas medium itu, akan mencukupi kebutuhan penyaluran bantuan sosial beras sejahtera bagi 98.782 keluarga penerima manfaat (KPM), sehingga masyarakat yang berada di kelompok ekonomi menengah ini tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan pokok,” terangnya.

Sementara itu untuk jumlah serapan beras di Bulog Bukittinggi sambung Sultani, hingga saat ini baru mencapai 100 ton dari target serapan 5000 ton, dan serapan ini akan terus bertambah, dengan cara membeli dari petani di wilayah Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Agam.

“Kondisinya di wilayah perkotaan luas lahan pertanian sudah terbatas, maka dari itu serapan beras lebih banyak di wilayah Kabupaten, mengingat luas lahan pertanian masih memadai, dan diharapkan target produksi beras tidak berkurang, sehingga serapan beras yang ditargetkan juga tidak terkendala,” jelasnya.

Dengan kondisi pangan mencukupi dan upaya penyerapan yang dilakukan Bulog, Sultani menginagtak masyarakat tidak perlu khawatir tentang ketersediaan bahan pokok, karena dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan beras yang diharapkan dari serapan petani itu, selalu mencukupi kebutuhan.

Sultani menambahkan, disamping kebutuhan beras, Bulog Sub Divre Bukittinggi, juga menyediakan stok gula, minyak goreng dan beras premium yang dijual melalui rumah pangan kita (RPK) dan melalui usaha ritel.

“Harga gula biasa dijual seharga Rp11.500 perkilo, gula kemasan Rp12.500 perkilo, minyak goreng kemasan Rp12.500 perkilo dan beras premium Rp12.500 hingga Rp13.500 perkilogram,” ulasnya.

Sementara itu untuk bantuan beras, akan disalurkan melalui BPNT (bantuan pangan non tunai) akan rencananya akan dimulai pada bulan Juli mendatang.

“BPNT akan ditetapkan untuk wilayah Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, dan Kota Payakumbuh,” tukasnya.

(Guspra Koto)