Staf Watimpres: Jangan Ragu Tetapkan Sumbar dengan Wisata Halal

Kantor Gubernur Sumbar (Foto: Twitter)

Padangkita.com – Staf Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Republik Indonesia menyatakan Sumatera Barat memiliki sejumlah potensi wisata yang sangat luar biasa. Dibutuhkan pengelolaan secara profesional dan maksimal untuk menjadi sektor tersebut menjadi industri unggulan.

Chairil Abdini, Staf Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa mengatakan sumbar perlu fokus pada satu titik potensi wisata yang akan dikembangkan. Pariwisata merupakan satu industri ekonomi, apa produksi jualannya?, siapa pasarnya?, semua itu mesti jelas dan terukur dalam pelaksanaan pembangunannya.

“Jangan ragu-ragu menetapkan “Sumatera Barat adalah Wisata Halal”, katanya dikutip dari humas, Sabtu (16/12/2017).

Menurutnya, wisata Sumbar juga dikenal dengan dukungan kuliner yang enak dan lezat, yang sukai dan digemari banyak orang, baik dalam negeri maupun mancanegara. Selain itu, kunjungan kaum muslim yang berkunjung cukup tinggi terutama dari wisatawan Malaysia yang lebih dari 80 persen dari kunjungan wisatawan yang datang.

Sementara itu, Wakil Gubernur Nasrul Abit menyatakan akan mempersiapkan konsep yang matang tentang ” Wisata Halal Sumatera Barat”. Menurutnya, potensi tersebut cukup besar dan cocok dengan budaya masyarakat Sumatera Barat yang berfilosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah “.

“Potensi wisata Sumatera Barat menerima 3 kategori penghargaan wisata halal yang telah didapatkan dari ajang internasional WHTA 2016. Hal ini tentu akan menjadi modal yang kuat untuk mendorong promosi destinasi tersebut,” katanya.

Menurutnya, jika Sumatera Barat telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai dinasti Wisata Halal Indonesia, makan akan menjadi branding yang lebih kuat, diharapkan turut mendongkrak kinerja industri pariwisata di Sumatera Barat maupun Indonesia.

Dirinya menjelaskan saat ini telah ada beberapa penerbangan antar daerah dan negara Padang-Malaysia, Padang-Singapura, Padang-Jakarta, Padang-Batam, Padang-Pekanbaru, Padang-Jambi, Padang-Bandung. Jalur penerbangan ini bisa ditingkat dengan adanya penerbangan Bali-Padang, Yogyakarta-Padang dan Abu Dhabi-Padang (Timur Tengah-Padang) tentu akan membantu jumlah kunjungan orang untuk datang ke Sumatera Barat.

Wagub juga menyampaikan, saat ini di Sumatera Barat ada 14 kabupaten/kota yang melakukan pembangunan di sektor pariwisata secara baik, Kota Padang dengan Kota Tua Siti Nurbaya – Muaro – Pantai Air Manis, Pesisir Selatan Kawasan Wisata Terpadu
Mandeh, Pariaman dengan wisata bahari, Payakumbuh dengan wisata kuliner, Limapuluh Kota kelok sembilan, Harau dan Padang Mangateh, Bukittinggi Jam Gadang, Ngarai Sianok dan Lubang Japang, Agam dengan Maninjaunya.

Baca juga:
Coklat Hitam dapat Kurangi Stres dan Peradangan

Kemudian Kabupaten Solok dengan Singkarak dan danau kembar, Solok Selatan dengan seribu rumah gadang, Tanah Datar dengan desa terindah, istano basa pagaruyung dan budaya, Sijunjung Silokek, kampung adat, Sawahlunto dengan kota tua, gedung
lunsum, Padang Pariaman wisata religi Ulakan dan Mentawai dengan surfing.

Dengan potensi wisata 14 kabupaten/kota ini, tentu pembangunan pariwisata Sumatera Barat tentu akan kekuatan sinergitas yang besar antara daerah yang mendukung satu sama lainnya.

“Untuk itu kita agar fokus pada potensi besar Sumatera Barat pada Wisata Halal sebagai bahan usulan kepada Presiden, sebagai salah satu prioritas pembangunan pariwisata nasional,” harapnya.

Wagub Nasrul Abit juga menjelaskan khusus Mentawai pihaknya akan mencoba mengajak pihak imigrasi dan terkait lainnya atas persoalan kunjungan wisatawan dari berbagai negara yang langsung masuk dengan kapal-kapa layar ke Kepulauan Mentawai, tanpa dapat diketahui.

“Dan belum mendatang keuntungan apa-apa bagi kemajuan daerah. Kita juga paham potensi dan budaya wisata Mentawai akan berbeda penangganan, sesuai dengan potensi yang berkembang, laut dan kepulauan,” ujarnya.